#rapatparipurna#simulasi#teknokrat#wakilrakyat

Mahasiswa Teknokrat Simulasi Paripurna Bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung 

( kata)
Mahasiswa Teknokrat Simulasi Paripurna Bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung 
Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal (kanan) memimpin simulasi sidang paripurna yang diikuti mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Rabu (24/7/2019).

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 70 orang mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mengikuti simulasi sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal di gedung DPRD setempat, Rabu (24/7/2019).

Simulasi dilakukan setelah Ketua DPRD memberikan kuliah politik kepada mahasiswa yang terdiri atas Presiden BEM, Senat, himpunan mahasiswa, serta mahasiswa berprestasi tersebut.

Ketua DPRD menyambut kedatangan mahasiswa beserta pimpinan universitas dengan hangat. Kunjungan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus pendidikan politik bagi mahasiswa. Saat penyampain kuliah politik, Ketua DPRD didampingi anggota Komisi V, H. Hidir Ibrahim, Abdul Haris, dan Yanuar Irawan. Kemudian Ketua Bapem Perda Fauzan Sibron, Ketua BK H. Abdullah Fadri Auly, dan Plt Sekwan Tina Malinda.

Pada kesempatan itu, Dedi menjelaskan tugas, fungsi, dan beragam hak yang dimiliki DPRD. "DPRD Provinsi adalah bagian dari pemerintah daerah," kata dia. 

Beberapa wewenang dan tugas DPRD yaitu membentuk peraturan daerah provinsi bersama gubernur, serta membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi yang diajukan oleh gubernur. Ia juga menjelaskan tentang berbagai hak DPRD mulai dari interpelasi, angket, hingga menyatakan pendapat. 

Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad mengatakan kunjungan dan kuliah politik tersebut bertujuan untuk memberi wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa tentang berpolitik dan beredemokrasi yang benar dan santun. Selain berprestasi, mahasiswa dituntut memiliki etika dalam menyampaikan pendapat dan aspirasinya. "Mahasiswa harus tahu cara berpolitik yang santun, tanpa aksi anarkistis," kata Mahathir.

Rilis



Berita Terkait



Komentar