#Pendidikan#UIN#Manajemen-Konflik

Mahasiswa S3 UIN Teliti Manajemen Konflik

( kata)
Mahasiswa S3 UIN Teliti Manajemen Konflik
UIN Raden Intan Lampung: Foto: Dok/UIN RIL

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kualitas lembaga pendidikan dipengaruhi oleh sosok kepemimpinan. Kepiawaian pemimpin dalam mengelola konflik akan mempermudah pencapaian tujuan lembaga.

“Salah satu peran penting kepemimpinan dalam lembaga pendidikan adalah mengelola konflik. Apabila konflik dalam lembaga pendidikan tidak dikelola maka akan melahirkan perilaku apatis, stagnasi dan jumud,” kata mahasiswa S3 UIN Raden Intan Lampung Sumaryati kepada Lampung Post, Kamis, 23 Januari 2020.

Penelitian tersebut dituangkannya dalam disertasi berjudul Manajemen Konflik Dalam Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Lampung Timur. Sumaryati akan menjalani ujian terbuka promosi untuk memperoleh gelar doktor dalam ilmu Manajemen Pendidikan Islam pada Sabtu, 25 Janauri 2020, di Gedung Pascasarjana UIN Raden Intan, Bandar Lampung.

Menurut dia, bila konflik dalam lembaga pendidikan dikelola dengan baik akan meningkatkan kinerja guru dan karyawan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. Tujuan manajemen konflik dalam lembaga pendidikan adalah untuk mencapai kinerja yang optimal dengan cara memelihara konflik agar tetap fungsional dan meminimalkan akibat konflik yang merugikan.

“Manajemen konflik membuat lembaga pendidikan tetap hidup dan harmonis, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta melakukan adaptasi,” ujarnya. Dengan demikian, terjadilah perubahan dan perbaikan dalam sistem dan prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan lembaga pendidikan itu sendiri. Proses tersebut selanjutnya memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif, memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar