#Pendidikan-Tinggi#Teknologi#inovasi

Mahasiswa Rancang Pengering Ikan Asin Tenaga Surya

( kata)
Mahasiswa Rancang Pengering Ikan Asin Tenaga Surya
Dok: Humas Itera

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) menciptakan oven panel surya pengering ikan asin. Sejumlah mahasiswa jurusan Teknik Sipil kampus tersebut mengaplikasikan karyanya itu di Pulau Pasaran, Bandar Lampung.

Inovasi tersebut lolos dalam Program Hibah  Bina Desa (PHBD) 2019 yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Melalui karya tersebut, Itera menjadi satu-satunya tim yang lolos PHBD 2019 dari Provinsi Lampung.

Ketua Tim Deri Bagusta mengatakan, Pulau Pasaran terpilih menjadi lokasi binaan karena masyarakat masih menggunakan cara konvensional mengeringkan ikan. Padahal lokasi tersebut merupakan sentra ikan asin terbesar di Lampung. Menurutnya, alat tersebut dapat meningkatkan jumlah produksi ikan asin.

Selain itu, ia juga mengklaim oven panel surya yang dibuat bersama timnya membuat waktu produksi lebih efisien. Ia menjelaskan, cara konvensional dengan panas normal 35 derajat butuh waktu 180 menit untuk sekali produksi.

"Dengan oven ini pengrajin bisa mempercepat waktu pengeringan sekitar 20-30 persen dan tidak bergantung pada cuaca," jelasnya Sabtu, 7 Desember 2019.

Inovasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan perekonomian penduduk setempat. Terlebih bagi pengrajin ikan asin merupakan warga yang sehari hari tinggal di lokasi. Sehingga, Pulau Pasaran tetap menjadi sentra ikan asin terbesar.

"Harapannya alat ini dapat membantu keefektifan masyarakat dalam memproduksi ikan asin dan meningkatkan keefisienan waktu produksi,” ujar Deri,

Oven panel surya tersebut terdiri dari beberapa komponen alat, seperti oven sebagai komponen utama, dan panel surya sebagai sumber energi panas, dilengkapi dengan aki, MPPT, inverter, dan controller.

Sebagai tahap evaluasi, tim mahasiswa Teknik Sipil Itera, telah mengikuti kegiatan visitasi dan evaluasi PHBD 2019 di Universitas Bina Darma Palembang, Kamis, 5 Desember 2019 lalu.

Selanjutnya mahasiswa akan menyempurnakan oven panel surya buatan mereka sebelum akhirnya akan diserahkan kepada masyarakat Pulau Pasara untuk dimanfaatkan masyarakat setempat.

Tim pembuatan sendiri beranggotakan sepuluh orang antara lain Aziz Nurfil'Ard, Yuni Safitri, Muhammad Fajarinando, Deri Bagusta, Valdauli Erika Andarista, Defatrisya Nuranda, Putri Afrina Guza.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar