#narkoba#ptik#polisi#lampura#beritalampung

Mahasiswa PTIK Sambangi Granat Lampura

( kata)
Mahasiswa PTIK Sambangi Granat Lampura
Ketua Granat Lampura, Azhar Ujang Salim menerima kunjungan siswa PTIK dikantor setempat, Selasa (10/10/2017) petang.(Foto: Lampost/Fajar Nofitra).

KOTABUMI (Lampost.co)--Sejumlah mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) melaksanakan kunjungan di Sekretariatan Granat Kabupaten Lampung Utara, Selasa (10/10/2017), di Jalan Mawar, Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan.

Kunjungan itu untuk mengetahui informasi tingkat penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang). Rombongan mahasiswa PTIK itu, yakni Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tri Handoko, Awi Huzrin, Faria Arista, Debi, Benny dan Murni langsung disambut Ketua Granat Lampura, Azhar Ujang Salim beserta jajarannya.

Kedatangan para perwira muda itu ke kabupaten tertua di Lampung itu guna mendapatkan informasi terkait jumlah
pengguna penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Sehingga dapat melakukan langkah-langkah kedepannya untuk menanggulangi masalah tersebut.

"Kami datang kemari bermaksud ingin mengetahui secara umum tentang tingkat penyalahgunaan narkoba dan upaya yang telah dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan di sini. Termasuk disini, Granat dalam penanggulangan narkoba," kata mahasiswa PTIK, Faria.

Pihaknya akan mencoba memfornulasi temuan disana dalam menanggulangi permasalahan akut bangsa ini. Guna mewujudkan generasi sehat dan berkarakter bebas narkoba.

 "Ini merupakan salah satu tugas akhir dan pengabdian kepada masyarakat. Kami mendapat tugas materi narkoba yang intinya akan mencoba membuat formulasi penanggulangan bahaya penyalahgunaan narkoba. Serta akan  menyampaikannya kepada pihak berkepentingan, seperti misalnya pemerintah daerah," ujarnya.

Ketua Granat Lampura, Azhar Ujang Salim, mengatakan Lampung Utara memang telah dinyatakan sebagai daerah darurat penyalahgunaan narkoba. Pihaknya saat ini telah melaksanakan berbagai kegiatan persuasif dalam menangkal bahaya obat terlarang itu.

"Upaya kami hanya sebatas itu, seperto melaksanakan sosialisasi bersama unsur masyarakat,"ujarnya.

Azhar menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak terkait. Seperti BNN, aparat kepolisian dari satnarkoba setempat dan unsur masyarakat lainnya. Dan kendala yang ada saat ini adalah masalah pendanaan, dan badan narkotika kabupaten belum terbentuk sehingga sulit menetukan programn yang sesuai keadaan terkini.

 

Fajar Nofrita



Berita Terkait



Komentar