#pungli#beritalampung

Mahasiswa Protes Adanya Pungli di Fakultas Tarbiyah UIN Raden Inten

( kata)
Mahasiswa Protes Adanya Pungli di Fakultas Tarbiyah UIN Raden Inten
Puluhan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung menggelar unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Rabu, 23 Februari 2022. Lampost.co/Andre


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Puluhan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung menggelar unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Rabu, 23 Februari 2022. Demo tersebut untuk memprotes adanya praktik pungutan liar (pungli).

Koordinator Aliansi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung (RIL), Yudhistomi, menjelaskan mahasiswa ada pembayaran uang di luar uang kuliah tunggal (UKT), seperti biaya pendaftaran seminar proposal dengan nominal beragam.

“Ada yang Rp200 ribu sampai Rp800 ribu. Itu baru seminar proposal, belum sidang akhir. Itu diminta orang-orang di jurusan dan apabila tidak disetorkan kami bakal dipersulit,” kata Yudhis.

Selain pungli, kinerja staf fakultas juga dinilai tidak tertib. Sebab, datang terlambat dan pulang lebih awal. “Itu membuat mahasiswa kesulitan saat mengurus administrasi,” ujarnya.

Pihaknya percaya Rektor Prof. Wan Jamaluddin dapat menyelesaikan masalah di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tersebut. Namun, jika aspirasi itu tidak didengarkan rektorat, dia akan menggelar aksi lebih besar.

 “Beliau memang sangat objektif dalam menilai segala hal. Kami percaya hal itu untuk memilih siapa yang pantas dalam menduduki pimpinan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,” katanya.

Kepala Subbagian Humas dan Informasi, Hayatul Islam, mengatakan rektorat menghargai masukan-masukan yang disampaikan mahasiswa dan menjadi bahan evaluasi. Rektorat akan mengusut kebenaran informasi dari mahasiswa tersebut.

“Sekarang Rektor sedang mempersiapkan segala sesuatu, termasuk kabinet dan perangkatnya. Jadi mari beri kesempatan beliau untuk bekerja dulu,” kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar