#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora

Mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang Buat Tangki Septik Semi Apung di Teluk Pandan

( kata)
Mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang Buat Tangki Septik Semi Apung di Teluk Pandan
Mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang mengaplikasikan tangki septik semi terapung. Dok/IST


Pesawaran (Lampost.co): BEM Poltekkes Tanjungkarang membuat membuat tangki septik semi terapung di Dusun Sidodadi, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan itu merupakan bagian dari program desa binaan bertajuk bergerak bangun desa sehat untuk negeri berkualitas.

Presiden BEM Poltekkes Anjar Dwipaningtyas mengatakan pengelolaan tinja menjadi permasalah di desa binaan itu. Hal itu karena lokasi yang berada di dekat pantai membuat air laut naik sampai ke daratan ketika terjadi pasang.

Tangki septik dibuat dari tandon penampung air yang di kubur separuh bagian. Sehingga ketika air laut sedang pasang tangki tidak meluap dan tetap bisa digunakan.

Baca juga: Skema Antisipasi dan Penanganan Penting Cegah Bencana

"Sementara ini kami buat 1 sebagai contoh bagi masyarakat setempat agar bisa punya tangki septik masing-masing," kata dia, Rabu, 12 Oktober 2022.

Ia menjelaskan, selama ini kebanyakan masyarakat tidak memiliki tangki septik sehingga air limbah langsung dibuang ke sungai dan laut. Kondisi itu tentu bisa berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa didampingi 3 dosen pembimbing yakni Ahmad Fikri, Imam Sentosa, dan Prihadi Elta selama pelaksanaannya. Menurut Ahmad Fikri, program pengabdian masyarakat itu merupakan yang kedua di tahun 2022.

Ia berharap program itu bisa menjadi percontohan dan dilanjutkan oleh masyarakat. Sehingga, lanjutnya, Dusun Sidodadi, Teluk Pandan, Pesawaran menjadi desa yang sehat.

"Ini adalah kegiatan yang kedua kami, harapannya ini bisa memberikan manfaat bagi warga setempat," ujarnya.

Selain pembuatan tangki septik semi terapung, kegiatan yang berlangsung pada 8-9 Oktober 2022 itu juga diisi dengan kegiatan literasi, serta kegiatan gotong royong lainnga. Bahkan, pada kedatangan pertama di bulan Juni, mereka menggelar cek kesehatan gratis bagi warga setempat.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar