#beritalampung#pertanian#ekbis

Mahasiswa Pertanian Diajak Proaktif Memajukan Pertanian di Lampung

( kata)
Mahasiswa Pertanian Diajak Proaktif Memajukan Pertanian di Lampung
Talkshow pertanian di Radio Sai 100FM. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co): Pertanian menjadi sektor andalan karena mampu tumbuh positif pada triwulan I 2021 yakni sebesar 2,95%. Pertumbuhan ini menggembirakan lantaran 30% tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor pertanian. Mahasiswa pertanian diajak proaktif memajukan pertanian di Lampung.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian sejak triwulan II 2020 mengalami pertumbuh sebesar 16,24 (QtoQ) dengan nilai ekspor pada Januari-Desember naik sebesar 15,79 persen atau sekitar Rp451,77 triliun. Lalu pada triwulan 1 2021, sektor pertanian juga tumbuh meyakinkan dengan angka sebesar 2,95 (YonY).

Sektor pertanian harus terus mendapat perhatian karena turut mengurusi kebutuhan pangan bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Baca juga: Adaptasi dengan Perubahan Global Perlu Kesiapan Ekonomi Digital

Secara khusus Radio Sai 100FM mengajak penyuluh pertanian dan ruang pangan.id untuk talkshow sorot di studio radio Gedung Lampung Post, Jalan Soekarno-Hatta No.108 Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa, 20 September 2022.

Dipandu oleh host Dian Arin dan Iam Pandi, menghadirkan Penyuluh Pertanian Ahli Madya Khairul Amri, CEO Ruang Pangan Ahmad Yusril Yusro, dan Tech And Creative Ruang Pangan Bayu Hendarto.

Bayu Hendarto mengatakan fenomena pertanian di kalangan milenial yang dilihat saat ini sudah semakin maju dari sisi teknologinya. Namun banyak kalangan milenial yang tidak tertarik terjun ke dunia pertanian.

"Banyak yang mengira, terjun di dunia pertanian itu harus panas-panasan, harus nyangkul, capek. Tapi sebenernya tidak seperti itu. Apabila seperti itu ya nanti akan berdampak berkurangnya SDM di dunia pertanian," kata dia.

"Selaku pembahas pertanian, saya punya tugas untuk memberikan kesadaran kepada kaum milenial. Ayo kita terjun ke dunia pertanian yang bisa mempertahankan ketahanan pangan di Indonesia," sambung Bayu.

Menurutnya, saat ini SDM masih kurang untuk regenerasi petani di kalangan anak muda. "Karena dapat kita lihat, bahwa mungkin sudah tidak asing kita dengar lulusan pertanian kerjanya di bank," katanya.

Menurutnya itu yang menjadi problematika mahasiswa fakultas pertanian. Saat ini dengan adanya kondisi tersebut, maka mahasiswa yang saat ini sedang berkuliah harus memantapkan niat terjun ke dunia pertanian, maka kelak harus bertanggung jawab terhadap keberlangsungan petani di Indonesia.

"Semua itu ada di tangan kita para mahasiswa fakultas pertanian," kata dia.

Sementara itu, Khairul Amri sebagai penyuluh pertanian mengatakan pembangunan pertanian di Indonesia selama kurun 3 tahun terakhir sudah swasembada beras. "Kondisi ini sama dengan era 1984, ketika orde baru," kata Khairul.

Dia mengatakan selama kurun 3 tahun terakhir ini sudah tidak mengimpor beras. "Pertumbuhan ekonomi positif manakala terjadi wabah Covid-19. Ini terlihat bahwa sektor pertanian tangguh walaupun dalam kondisi pandemi," kata dia.

Dia mengungkapkan Provinsi Lampung ada peningkatan produksi beras yang luar biasa pada tahun lalu. "Bahkan Pak Gubernur Arinal Djunaidi mendapatkan penghargaan secara nasional peringkat 1 peningkatan produksi beras di Indonesia," ujarnya.

Dia mengatakan secara umum pertanian di Lampung dalam sektor ketahanan pangan dan hortikultura selalu ada peningkatan produksi. "Apalagi Pak Gubernur mendukung kegiatan pertanian dalam bentuk Kartu Tani Berjaya," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar