#polisi#unjukrasa#demonstrasi

Mahasiswa Pembakar Polisi Terancam Bui 8 Tahun

( kata)
Mahasiswa Pembakar Polisi Terancam Bui 8 Tahun
Ilustrasi/Medcom.id

Jakarta (Lampost.co): Mahasiswa yang terbukti sengaja membakar polisi di Cianjur, Jawa Barat, terancam dibui delapan tahun. Kalau sampai menyebabkan kematian, ancaman hukumannya lebih berat lagi: 12 tahun.

"Itu diatur dalam Pasal 213 KUHP," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

Selain itu ada pasal-pasal lain yang juga bisa menjerat mereka. "Pasal 338 atau Pasal 340 (KUHP), pasal pembunuhan terencana. Ancaman hukumannya jauh lebih berat," sambung dia.

Baca: Jumlah Mahasiswa Ditangkap Kasus Pembakaran Polisi Bertambah

Kepolisian sudah mengumpulkan sejumlah bukti, buntut dari unjuk rasa rusuh di Cianjur. Termasuk video dan foto yang merekam peristiwa itu. Kepolisian sangat hati-hati membongkar kasus ini.

Sebanyak 17 mahasiswa dan seorang warga masih diperiksa. Kuat dugaan pembakaran yang dilakukan mahasiswa terhadap Ajun Inspektur Polisi Satu Erwin, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Yudi Muslim, Bripda F.A. Simbolon, dan Bripda Anif disengaja.

Erwin terluka paling parah. Hampir 80 persen kulit tubuhnya melepuh.

Keempat polisi `diserang` saat mengawal unjuk rasa gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, kemarin. Pedemo menuntut ketersediaan lapangan pekerjaan dan pendidikan.

Mahasiswa sempat membakar ban bekas saat beraksi. Nah, ketika api akan dipadamkan, tiba-tiba beberapa mahasiswa mengguyurkan bensin ke tubuh Erwin dan tiga rekannya. Sontak api menjilati tubuh mereka.

Baca: Polisi Diduga Dibakar Mahasiswa Ternyata Empat

Medcom



Berita Terkait



Komentar