UnilamahasiswaKKN

Mahasiswa KKN Unila Gali Potensi Desa Sidokayo

( kata)
Mahasiswa KKN Unila Gali Potensi Desa Sidokayo
Foto. Lampost.co/Fajar

KOTABUMI (Lampost.co) -- Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) siap menggali potensi dan menyelaraskan program desa di Lampung Utara. Salahsatu diantaranya yakni di Desa Sidokayo, Kecamatan Abung Tinggi.

Mereka mengangkat potensi dan kearifan lokal dengan menciptakan berbagai inovasi dalam mengangkat potensi desa. Sedikitnya ada empat program yang dijalankan disana, yakni pengolahan ikan nila yang banyak digeluti warga setempat untuk menjadi bakso, Pupuk cair dari sisa buangan sampah rumah tangga, budidaya tanaman rosela (teh), dan program sensus penduduk untuk berbagai keperluan.

"Upaya kita mahasiswa disini melaksanakan KKN adalaha bagaimana mengangkat potensi yang ada. Seperti di sini setiap harinya melimpah hasil budidaya nila, ini coba kita kembangkan menjadi bakso. Yang dahulunya orang hanya tahu itu dibuat dari daging, juga pemanfaatan sisa buangan rumah tangga seperti nira, kelapa parut dan lainnya. Kita olah bagaimana menjadi bermanfaat, apalagi disini banyak juga petani kebunnya," kata Wahyu Setiawan, salah seorang mahasiswa KKN dari Fakultas Pertanian Unila, Selasa, 21 Januari 2020.

Selain itu, mereka juga mengembangkan budidaya rosela, sejenis tanaman teh yang dapat tumbuh subur di daerah pegunungan seperti kontur tanah setempat. Sehingga diharapkan dapat memberikan nilai lebih kepada warga yang menggelutinya, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Apalagi nanti akan ada pameran di Kecamatan, mengenai hasil inovasi dikembangkan di Kecamatan Abung Tinggi ini. Kami berharap dengan ada kegiatan ini masyarakat desa dapat termotivasi dalam meningkatkan perekonomiannya," ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Sidokayo, Bagus mengatakan apa yang dikerjakan mahasiswa KKN dapat menjadi contoh masyarakat desa dalam meningkatkan perekonomian. Sehingga memberikan dampak luas di kehidupannya, seperti pengembangan bakso ikan, pengolahan pupul cair serta tanaman rosela.

"Alhamdulillah ini telah berjalan tiga pekan, dan apa yang dilaksanakan mereka telah nampak hasilnya. Meski belum sepenuhnya, tapi kita berharap kedepan dapat memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar