#Itera#Pertanian#Industri-4.0

Mahasiswa Itera Ditantang Kembangkan Pertanian Era Industri 4.0

( kata)
Mahasiswa Itera Ditantang Kembangkan Pertanian Era Industri 4.0
Program Studi (Prodi) Teknologi Industri Pertanian Itera menggelar kuliah umum Wirausaha Pertanian dalam Revolusi Industri 4.0, di Aula Gedung C Kampus Itera, Jumat, 15 November 2019. (Foto; Dok Humas Itera)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) harus kreatif dan berani mengembangkan usaha di bidang pertanian. Mahasiswa dapat menggunakan kecanggihan teknologi untuk membangun pertanian era industri 4.0.

Hal tersebut mengemuka dalam kuliah umum Program Studi (Prodi) Teknologi Industri Pertanian Itera. Forum ilmiah ini bertajuk Wirausaha Pertanian dalam Revolusi Industri 4.0, di Aula Gedung C Kampus Itera, Jumat, 15 November 2019.

Kuliah umum diikuti mahasiswa dan dosen tersebut menghadirkan dua pembicara yaitu vice president, Head Marketing Broiler West PT Ciomas Adisatwa Commercial Division Agus Wahyudi, dan Guru Besar IPB Erliza Hambali yang dimoderatori dosen Prodi Teknologi Industri Pertanian Itera, Deni Subara.

Dalam pemaparan materi, Vice president, Head Marketing Broiler West PT Ciomas Adisatwa Commercial Division Agus Wahyudi menyampaikan bahwa Indonesia sangat kaya akan potensi usaha di bidang pertanian, salah satunya adalah Lampung. Daerah berjuluk Sang Bumi Ruwa Jurai ini menjadi daerah dengan produksi jagung terbesar nomor tiga nasional.

"Dengan keunggulan tersebut, mestinya mahasiswa bisa memulai berwirausaha di bidang pertanian dengan melihat peluang dan potensi yang ada, serta memanfaatkan teknologi yang dikuasai untuk mengolah limbah pertanian," kata dia.

Sebagai institut teknologi yang ada di Sumatera, menurut Agus, Itera harus bisa menghasilkan lulusan yang mampu berfikir kreatif dan dapat beradaptasi dengan perubahan di era revolusi industri 4.0. Sebab, menurut Agus, orang-orang yang bisa berhasil adalah orang yang dapat memanfaatkan peluang dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Sementara, Guru Besar IPB Erliza Hambali menjelaskan usaha-usaha yang telah ia jalankan disela kesibukannya sebagai akademisi di IPB. Hal ini spesial, karena sebagai seorang guru besar, Erliza tentunya tidak memiliki waktu luang yang banyak.

Ia menyebutkan lebih dari 15 perusahan yang ia kembangkan, mulai dari usaha kecil menengah (UKM) yang dibangun dari mata kuliah yang ia ajar di IPB.

"Mahasiswa harus membentuk kelompok, mencari mentor bisnis, mengikuti forum-forum wirausaha, dan menjalankan wirausaha sejak dari sekarang. Habiskan masa kegagalan di waktu muda, sehingga nanti bisa dijadikan modal pengalaman,” ujar Eliza.

Ia juga menyarankan, sebagai perguruan tinggi, Itera dapat mengembangkan unit-unit bisnis yang mendukung kreatifitas mahasiswa atau para peneliti. Eliza memotivasi mahasiswa Prodi Teknologi Industri Pertanian Itera, untuk  selalu berfikir kreatif, dan berani menjalankan usaha mandiri, terutama di bidang pertanian.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar