#beritalampung#beritalampungterkini#pilrekunila#unila

Mahasiswa Ingin Proses Pilrek Unila Diserahkan Penuh ke Universitas 

( kata)
Mahasiswa Ingin Proses Pilrek Unila Diserahkan Penuh ke Universitas 
Foto ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) minta agar proses pemilihan rektor (pilrek) yang sedang berjalan saat ini diserahkan sepenuhnya ke universitas. Sebab, yang lebih paham akan kebutuhan kampus adalah warga Universitas sendiri. 

Ketua BEM Fakultas Pertanian Unila, Chairul Soleh menilai adanya 35% pemilihan suara berasal dari kementerian mengikis semangat demokrasi di dunia kampus. 

"Ini (35% suara kementerian) merupakan bagian yang cacat karena kontra dengan nilai-nilai demokrasi. Karena yang lebih memahami kapasitas dan kualitas para calon adalah warga universitas," ujar Chairul, Minggu 18 Desember 2022. 

Dia menyimpulkan dari segi apa kementerian dapat memilih salah satu dari tiga calon terpilih nanti merupakan sosok yang pantas mengemban sebagai pimpinan universitas. 

Baca juga: Kemendikbudristek Disarankan Bagi Suara 35 Persen ke Para Calon Rektor 

"Harusnya 100% suara itu dari senat karena mereka yang mengetahui terkait kapasitas dan kredibilitas dari masing-masing calon rektor. Jadi 35% suara dari kementerian benar-benar merusak nilai demokrasi sehingga ditakutkan yang terpilih nanti tidak memiliki kapabilitas yang baik," ujarnya. 

Pada tahapan pilrek yang saat ini berjalan, nantinya akan mulai ada pengerucutan tiga nama dari delapan nama calon dan kemudian diserahkan ke kementerian. 

"Perlu adanya dialog terbuka dengan melibatkan seluruh mahasiswa dari masing-masing fakultas agar lebih mengenal sosok calon yang akan memimpin Unila empat tahun ke depan," katanya. 

Dia yang mewakili seluruh mahasiswa dari Fakultas Pertanian Unila berharap rektor terpilih memiliki gagasan dan ide membawa Unila jauh lebih baik. 

"Yang paling utama adalah rektor itu nantinya harus terbuka untuk bisa berkomunikasi dengan mahasiswa. Karena selama dua tahun ini kondisi itu sedang tidak baik, dengan adanya pembekuan BEM Unila membuktikan buruknya hubungan antara pimpinan universitas dan mahasiswa," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar