#teroris#densus88

Modus Syam Organizer untuk Mendanai Aksi Terorisme

( kata)
Modus Syam Organizer untuk Mendanai Aksi Terorisme
Kabag Penum Divhumas Polri Ahmad Ramadhan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mabes Polri menangkap 48 orang yang diduga terlibat kelompok Radikal Jamaah Islamiyah (JI), dan Jamaah Ansharus Daulah (JAD) pada 12-15 Agustus 2021. Bahkan, tujuh tersangka yang juga anggota JI ditangkap di Lampung.

Kelompok JI mengumpulkan dana untuk menyokong kegiatan anggota dengan menggunakan yayasan amal, Syam Organizer. Yayasan berkantor di Yogyakarta.

Kabag Penum Divhumas Polri Ahmad Ramadhan mengatakan, Syam organizer menggalang dana agar menarik simpati masyarakat dengan program kemanusiaan, menghindari kecurigaan aparat, dan bergerak leluasa dalam penggalangan dana serta mendapatkan maksimal.

Modusnya dengan membuat beberapa program seperti water from Syam yang, Save Children of Syam, Winter Project, Qurban Peduli Syam, Ramadhan Peduli Syam, Syam Bread Factory, dan beberapa program lainnya.

"Caranya mengedarkan celengan kotak amal ke masyarakat, mengadakan tabungan kurban, tabliq akbar mengundang ustad-ustad, melakukan penggalanangan dana secara langsung atau menyebarkan nomor rekening Syam Organizer," katanya.

Sejak 2013-2017 Syam Organizer mengalirkan anggaran ke JI. Mereka memberangkatkan anggotanya ke Suriah, dan Syam Organizer Daerah menyetorkan ke Syam Pusat. Dana tersebut dibagi dua Oleh Syam Pusat, yang pertama dimasukan ke brangkas untuk  organisasi JI, dan sebagian untuk operasional dan disimpan di rekening Syam Organizer.

Kemudian ada juga dari gaji Pengurus Syam Organizer yang juga anggota JI, dimana gaji mereka dipotong lalu disetorkan ke JI.

"Syam Organizser Bandung menyediakan semua logistik penggalangan dana ke semua SO, yang nantinya akan dikirim, seperti majalah, katalog,  panduan SO dan lainnya," paparnya.

Densus 88 Masih terus mengejar Jaringan  teroris lainnya, yang diduga memiliki peralatan yang berbahaya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar