KorupsikoruptorkokAnasUrbaningrum

MA Potong 6 Tahun Hukuman Anas, KPK Angkat Tangan

( kata)
MA Potong 6 Tahun Hukuman Anas, KPK Angkat Tangan
Terpidana korupsi Anas Urbaningrum. MI/Rommy Pujianto

Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berkutik setelah Mahkamah Agung kembali memangkas hukuman terpidana kasus korupsi yang mengajukan peninjauan kembali (PK).

Teranyar, hukuman terpidana korupsi dan pencucian uang proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang, Anas Urbaningrum, didiskon enam tahun penjara.

"Masyarakat saja yang menilai makna rasa keadilan dan semangat pemberantasan korupsi dalam putusan-putusan peninjauan kembali (PK) tersebut," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi, Kamis, 1 Oktober 2020.

Mahkamah Agung (MA) memotong hukuman terpidana kasus korupsi Anas Urbaningrum dari 14 tahun menjadi 8 tahun. Hakim MA menilai terdapat kekhilafan hakim. Anas disebut hakim tidak terbukti melobi pemerintah untuk mendapat proyek tersebut.

Nawawi menyatakan KPK berupaya keras menjerat koruptor, terutama untuk korupsi di proyek besar seperti Hambalang. KPK pun tidak memiliki upaya hukum lain yang bisa dipakai untuk menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

"PK adalah upaya hukum luar biasa. Tidak ada lagi upaya hukum lain yang dapat dilakukan KPK," ujar Nawawi.

KPK mengaku belum menerima salinan putusan PK yang dikeluarkan MA tersebut. Nawawi berharap MA segera mengirimkan salinan putusan untuk dipelajari KPK. KPK mencatat 20 koruptor menerima pengurangan hukuman dari MA melalui putusan PK sepanjang 2019-2020.

Pengurangan masa hukuman ini dianggap memperparah kasus korupsi di Indonesia. Pemotongan masa hukuman bervariasi. Ada yang mendapatkan 'diskon' hukuman enam bulan hingga tiga tahun seperti pengacara Otto Cornelis (OC) Kaligis dan eks Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi.

Winarko



Berita Terkait



Komentar