lyon

Lyon Gugat Ligue 1 ke Komisi Negara

( kata)
Lyon Gugat Ligue 1 ke Komisi Negara
AFP/JEFF PACHOUD Para pemain Lyon menyapa pendukung mereka.


Jakarta (Lampost.co) -- Lyon menggugat keputusan mengakhiri Ligue 1 lebih cepat akibat pandemi covid-19 ke hadapan Komisi Negara, pengadilan administrasi tertinggi Prancis. Hal itu diungkapkan klub Ligue 1 itu, Senin, 25 Mei 2020.

Lyon mengkirik keputusan pada 30 April yang dibuat oleh Otoritas Liga Prancis (LFP) yang menyatakan musim kompetisi sepak bola setelah pemerintah Prancis mengatakan sepak bola tidak bole digelar karena krisis covid-19.

Presiden Lyon Jean-Michel Aulas, Senin, 25 Mei 2020, juga mengirimkan surat kepada perdana menteri dan menteri olahraga Prancis untuk mempertimbangkan keputsan menghentikan Ligue 1, saat pemerintah prancis berencana melonggarkan lockdown pada pekan depan.

"Bisakah kita membayangkan bahwa 2 Juni adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat sepak bola Prancis dan mengizinkan, dengan pemberlakuan protokol kesehatan, para pemain berlatih kembali untuk kemudian melanjutkan musim 2019-20 pada Juli atau Agustus?" ungkap Aulas.

Lyon yang sukses mencapai 16 besar Liga Champions terpuruk di peringkat tujuh klasemen dan gagal meraih tiket ke kompetisi Eropa saat Ligue 1 dihentikan.

Pengadilan administratif di Paris telah menolak gugatan Luon.

Hakim di pengadilan administratif Paris mengatakan, "Keputusan yang dibuat oleh dewan direktur pada 30 April hanya bisa digugat di Komisi Negara."

Selain Lyon, Amiens yang dinyatakan terdegradasi ke Ligue 2 juga akan menggugat pembatalan Ligue 1 ke Komisi Negara.

Media Indonesia







Berita Terkait



Komentar