#lurah#bandarlampung

Lurah Datangi Kantor Wali Kota, Yusuf Kohar Bungkam

( kata)
Lurah Datangi Kantor Wali Kota, Yusuf Kohar Bungkam
Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wakil Wali Kota Bandar Lampung M. Yusuf Kohar belum dapat memberikan komentar banyak perihal tanggapan lurah yang mendatangi kantor Wali Kota Bandar Lampung pada Rabu, 22 Januari 2020 pagi.

Bahkan dirinya memilih untuk bungkam dan tidak memberikan tanggapan apapun terkait 126 lurah yang membantah bahwa terdapat campur tangan lurah pada Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Bandar Lampung.

"Soal itu (Lurah datangi kantor pemkot klarifikasi soal PKH) nanti ya, nanti dulu," singkatnya saat dihubungi oleh awak media, Rabu, 22 Januari 2020.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 126 lurah se Kota Bandar Lampung menggeruduk kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Rabu, 22 Januari 2020.

Aksi tersebut lantaran pernyataan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar terkait Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai carut marut di tingkat kelurahan.

Pernyataan tersebut sempat disampaikannya melalui media sosial (medsos) dan juga forum-forum pertemuan dengan masyarakat.

Ketua Forum Lurah Kota Bandar Lampung, Rosbandi menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan untuk menyampaikan pendapat. "Karena kita punya hak jawab terkait apa yang disampaikan di publik," ungkapnya.

Menurutnya, maksud dan tujuan aksi yang dilakukan adalah untuk memberikan hak jawab terkait pernyataan bapak wakil wali kota tersebut.

"Kami merasa terganggu atau tersinggung apa yang disampaikan karena kami pemerintah bekerja sudah semaksimal mungkin," ucapnya.

Hal serupa disampaikan Hendri, Lurah Kedamaian. "Terkait carut marut pendistribusian seperti PKH itu. Ini yang perlu kita luruskan karena program ini sudah hadir di tahun 2015," paparnya.

Ia menerangkan bahwa data itu sudah ada dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan diminta untuk memverifikasi. "Dan tim verifikator yang memverifikasi data yang diusulkan. Jadi kita tidak bisa usulkan sendiri dan tidak benar infonya kalau kenal RT/camat bisa," ungkapnya.  

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar