#pemkotbandarlampung#beritalampung#bandarlampung

Lumpur Tinja di Bandar Lampung Diolah Jadi Pupuk

( kata)
Lumpur Tinja di Bandar Lampung Diolah Jadi Pupuk
Pemerintah Kota Bandar Lampung mengoperasikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Bakung, Jumat, 28 Oktober 2022. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengoperasikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Bakung. Unit tersebut memiliki kemampuan mengolah limbah domestik hingga 90 meter kubik. 

Plt. Direktur PD Kebersihan, Denis Adiwijaya, mengatakan mesin pengelola memisahkan air dan kandungan lumpur. Air yang dihasilkan terbebas dari bakteri berbahaya dan dibuang ke sungai.

Sedangkan lumpur tidak bisa dibuang ke sungai dan menumpuk jika dibiarkan. Lalu lumpur diolah untuk dibuat pupuk tanaman.

"Dari pengelolaan itu menyisakan lumpur, ini yang kami manfaatkan untuk dikelola sebagai pupuk," kata Denis saat ditemui di kantor, Jumat, 28 Oktober 2022.

Lumpur hasil pengolahan dipisahkan dan dikeringkan agar lebih mudah diolah. Kemudian lumpur dimasukan dalam kotak dan dicampur dengan cacing.

Cacing akan hidup dan menghasilkan kotoran yang mengandung unsur hara pada tanah. Kandungan tersebut bermanfaat untuk kesuburan tanah yang ditempatinya.

Jika menggunakan lumpur yang kering, proses pembuatan hanya seminggu. Namun, jika menggunakan yang basah butuh waktu 3-4 minggu untuk menjadi pupuk.

"Sekarang kami masih melakukan uji coba dan mendapatkan pendampingan dari SNV," ungkapnya.

Harapannya, pupuk itu bisa dimanfaatkan dan aman bagi tanaman. Sehingga, ke depan bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari pengolahan tersebut.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar