#perguruantinggi#pendidikan#beritalampung

Lulusan S1 Berpeluang Jadi Rektor UMPRI

( kata)
Lulusan S1 Berpeluang Jadi Rektor UMPRI
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Peleburan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan; serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) menyisakan satu tahap lagi. Pekerjaan rumah tersisa itu adalah penyusunan struktur pejabat dan penyatuan data administrasi.

Wanawir, ketua penggabungan tiga pergurusan tinggi Muhammadiyah Pringsewu, mengatakan sedang menyiapkan kelengkapan pejabat UMPRI. "Apakah akan dipimpin oleh rektor atau wakil rektor," kata Wanawir, Rabu, (7/8/2019). Sementara untuk posisi dekan diisi pejabat lama.

Menurut Wanawir, pengisian struktur organisasi akan ditentukan lewat jalan musyawarah dalam rapat internal. Yang pasti, tambah dia, pengisian jabatan rektor dan wakil rektor akan merujuk pada statuta internal perguruan tinggi. Salah satu poin dalam statuta berbunyi jabatan rektor dan wakil rektor akan diutamakan dari dalam, bukan orang luar UMPRI.

"Artinya SDM di internal sudah memenuhi syarat untuk menduduki jabatan rektor," jelas Wanawir.

Wanawir menambahkan, rektor dan wakil rektor terpilih juga diwajibkan bergelar akademik sarjana, master atau doktor. Yang utama adalah kemampuan menejerial. Sebab tidak ada jaminan mereka yang bergelar doktor sudah pasti bisa memimpin. "Siapa bilang juga tamatan S1 tidak bisa memimpin," kata Wanawir.

Selain penyusunan struktur, tim penggabungan pun masih menata dan memindahkan data peleburan tiga perguruan tinggi menjadi satu wadah. Menurut Wanawir, saat ini aktivitas kampus masih mengacu pada organisasi lama, sampai peresmian nanti. Peresmian ditargetka dilakukan dua bulan ke depan.

Tenaga pengajar juga sudah cukup. Semua memenuhi syarat. "Saat pemgajuan menjadi universitas, SDM sudah disiapkan, baik S1, S2 ataupun S3. Bidang ilmunya harus linier," pungkas Wanawir.

Widodo

Berita Terkait

Komentar