#pendidikan

Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia Hanya 6,41%, Pengamat: Hasil Wajib Belajar 9 Tahun

( kata)
Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia Hanya 6,41%, Pengamat: Hasil Wajib Belajar 9 Tahun
Masa pengenalan lingkungan kampus Unila beberapa waktu lalu. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (lampost.co) -- Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mencatat warga Indonesia yang lulus mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi hanya 6,41% dari jumlah penduduk 275,36 juta jiwa.

Pengamat pendidikan Universitas Lampung (Unila), M. Thoha B Sampurna Jaya, menilai angka tersebut relatif sangat kecil di era saat ini. Sehingga harus ditingkatkan dan mendorong pentingnya pendidikan di Indonesia.

"Jika mereka yang tamat perguruan tinggi itu di antara 10 sampai 20% baru bisa mengatakan dunia pendidikan itu sangat penting bagi suatu bangsa," kata Thoha, Selasa, 11 Oktober 2022.

Menurut dia, penyebab rendahnya masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan tinggi karena wajib belajar di Indonesia masih ditekankan hanya sampai sembilan tahun.

Untuk itu, Pemerintah perlu mendorong wajib belajar selama 13 tahun, yaitu sampai SMA. Dengan demikian masyarakat punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Pada usia itu anak termotivasi untuk belajar dan menghindari nikah dini," jelasnya.

Dia menilai, tingkat pendidikan rata-rata tamat SD plus akan menyusahkan kehidupan warga sendiri. Untuk itu, perlu banyak beasiswa untuk masyarakat agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Bukan hanya mereka yang tidak mampu, tapi masyarakat yang punya kualitas tinggi dibiayai melanjutkan pendidikannya. Pengusaha juga bisa ikut memberikan peluang kepada warga negara," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar