#umkm#lampung

Lukisan Berbahan Arang Kayu Mengisi Pasar UMKM di Lambar

( kata)
Lukisan Berbahan Arang Kayu Mengisi Pasar UMKM di Lambar
Saputra sedang menunjukan hasil lukisan berbahan baku arang di arena penilaian desa wisata Pekon Rigisjaya, Rabu, 29 September 2021. (Foto: Lampost.co/Eliyah)


Liwa (Lampost.co) -- Lukisan bakar berbahan dasar arang kayu milik Saputra (37) warga Pekon Padangtambak, Way Tenong turut mengisi pasar rakyat UMKM di Lampung Barat. Tepatnya, di lokasi desa wisata Kampoeng Kopi Pekon Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat.

Pengrajin Saputra, mengaku sudah empat tahun menggeluti usaha lukis bakar Pyirografi berbahan arang kayu itu. Ia menggunakan media kayu dan treplik. Kayu yang digunakan itu tidak bergetah dan berwarna terang. Hasil lukisan sudah beredar sampai ke Medan, pesanan Kementerian LHK, maupun pasar lokal. Ia mengaku, juga sudah pernah melukis wajah bupati Parosil Mabsus.

Menurut Saputra, melukis umumnya tidak langsung berhadapan dengan objek tetapi melalui foto yang ada. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi kesalahan. Dalam satu lukisan ukuran A4 dipatok harga antara Rp200 ribu-250 ribu bergantung dengan tingkat kesulitan dan objek foto. Satu ukuran A4 maksimal menghasilkan foto dua wajah. Selama masa pandemi ini, kata dia, omset dari hasil foto lukisan berbahan baku arang ini mengalami penurunan hingga 20-30%. 

Selain usaha melukis berbahan arang kayu ini, ia juga melakukan usaha kerajinan pengolahan berbahan dari kulit kopi untuk.pembuatan kotak tisu, vas bunga, dan lainnya. 

Baca juga: Bantuan UMKM Terkendala Administrasi

Saputra juga mengungkapkan ilmu melukis berbahan arang ini didapat dari komunitas nasional dengan nama Komunitas Pelukis Pyrografi Indonesia (KOPPI).
Menurutnya, peminat lukisan ini cukup tinggi karena saingan belum ada. Untuk Lambar, usaha pengolahan dedak kopi dan pelukisan bahan bakar dengan bahan baku arang kayu ini belum ada. Kemudian, pemasaran sejak awal sampai saat ini masih banyak melalui online.

Ia juga menerangkan kebanyakan peminat lukisan ini adalah mereka yang mencintai lukisan wajah, lukisan keluarga. Melalui ilmu seni lukisnya itu, Saputra telah mengikuti gerakan seniman masuk sekolah untuk mengajarkan ke murid SMP tentang seni melukis.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar