#Hukum#Asuransi#Kasus-Jiwasraya

Luhut: Tersangka Jiwasraya Perlu Dimiskinkan

( kata)
Luhut: Tersangka Jiwasraya Perlu Dimiskinkan
Menko Maritim Luhut Pandjaitan - - Foto: Medcom.id/ Desi Angriani

Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bicara mengenai para tersangka kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Menurut dia, pidana penjara saja tidak cukup untuk membuat para pelaku jera.

"Orangnya perlu ditindak. Kalau saya usul, bisa enggak dimiskinkan orang-orang itu biar kapok. Jangan hanya hukum penjara lima tahun penjara tapi uangnya berbunga terus," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Januari 2020.

Saat ini ada lima orang tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Hary Prasetyo, serta Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Bukan hanya itu, Luhut juga tak ingin ada orang-orang yang mengaitkan kasus Jiwasraya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, siapapun yang bertanggung jawab atas kasus ini tidak akan bisa lepas dari jerat hukum.

"Kita cari solusi lah, kita cari solusinya saja. Presiden enggak mau (Jiwasraya) dikait-kaitkan ke istana, presiden enggak ada kait-kaitannya. Kasus ini sudah lama. Kita semua punya salah, kalau enggak cepat lihat, ya salah juga. Jadi dengan teknologi sekarang tidak ada yang tidak bisa dilihat, tinggal waktu saja," ungkapnya.

Luhut percaya Kementerian BUMN telah menyiapkan langkah yang pas untuk menangani kasus Jiwasraya. Pemerintah akan melakukan langkah strategis supaya masalah Jiwasraya ini bisa diselesaikan dengan baik.

"Kemarin saya diinformasikan hampir ketemu strukturnya untuk selesaikan, ada langkah-langkah memang yang harus dilakukan," pungkas dia.

Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi Rp1 triliun, dan sumber dana lain dari pemegang saham Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut Rp32,89 triliun.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar