#jaminansosial#bpjamsostek#beritalampung

Luar Biasa, Manfaat Lebih Santunan Kematian Diberikan ke Anggota BPBD Bandar Lampung

( kata)
Luar Biasa, Manfaat Lebih Santunan Kematian Diberikan ke Anggota BPBD Bandar Lampung
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN didampingi Kepala BPJamsostek Cabang Bandar Lampung Widodo menyerahkan santunan kecelakaan yang menyebabkan kematian kepada ahli waris, Kamis, 2 Januari 2020. Lampost.co/Adi Sunaryo

Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan santunan kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian anggota BPBD Bandar Lampung kepada ahli warisnya di kantor Pemkot Bandar Lampung, Kamis, 2 Januari 2020.

Penyerahan santunan sebesar Rp378.170.371 kepada istri Agus Irawan, Rima Melati diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN didampingi Kepala BPJamsostek Cabang Bandar Lampung Widodo.

Sujana, 65, ayah dari Agus Irawan menyampaikan terima kasih kepada BPJamsostek yang telah memperhatikan lebih pesertanya dengan benar-benar menyalurkan santunan kematian kepada anaknya yang mengalami kecelakaan saat melaksanakan tugas.

Herman HN dalam kesempatan tersebut menilai program jaminan sosial BPJamsostek sangat penting diikuti oleh seluruh masyarakat pekerja.

"Program ini sangat baik. Dan harus wajib diikuti oleh seluruh pekerja kita. Karena manfaatnya sangat besar. Seperti santunan yang diberikan ini adalah hal nyata bahwa jaminan sosial itu penting," kata Herman.

Dia juga berharap seluruh pekerja termasuk pegawai honorer di seluruh lingkungan SKPD Pemkot Bandar Lampung dapat menjadi peserta BPJamsostek.

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Bandar Lampung, Widodo mengatakan santunan yang diberikan itu merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam hal ini BPJamsostek sebagai badan penyelenggara jaminan sosial. 

"Bayangkan bila tak ada santunan semacam ini? Saat tulang punggung keluarga meninggal, siapa yang akan meneruskan dan membiayai keluarga yang ditinggal. Apalagi mereka yang memiliki anak sekolah," ujar Widodo.

Widodo berharap di 2020 ini, Pemkot Bandar Lampung bisa menjadi inisiator pemerintahan pada kabupaten/kota lainnya dengan memasukan pegawai non-ASN menjadi bagian peserta BPJamsostek.

Widodo mengatakan Presiden Joko Widodo juga telah memberikan hadiah spesial bagi seluruh pekerja Indonesia di penghujung 2019. Pekerja Indonesia mendapatkan peningkatan dan penambahan manfaat luar biasa dari perlindungan BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek. Kenaikan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tersebut didapatkan pekerja Indonesia tanpa kenaikan iuran.

Peningkatan dan penambahan manfaat tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82/2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44/2015, tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2019.

Program JKK yang diselenggarakan BPJAMSOSTEK meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang dan di tempat bekerja serta perjalanan dinas.

JKK selama ini telah hadir dengan manfaat lengkap, di antaranya; perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

Manfaat lengkap JKK di atas menjadi semakin baik lagi karena adanya peningkatan manfaat yang diatur dalam PP Nomor 82/2019. Seperti santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50% hingga sembuh.

PP Nomor 82/2019 juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja. Biaya transportasi dinaikan dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta. Sementara itu, biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Adapun angkutan udara dinaikan menjadi Rp10 juta dari sebelumnya Rp2,5 juta.

"Hanya dengan iuran Rp14.500, peserta akan mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa dalam mendapatkan perlindungan jaminan sosial yang diberikan BPJamsostek," ujar Widodo.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar