#seminar#transmigrasi#lpmUnila#beritalampung

LPPM Unila Gelar Seminar Transformasi Kebijakan Agraria dan Transmigras

( kata)
LPPM Unila Gelar Seminar Transformasi Kebijakan Agraria dan Transmigras
(Foto:Dok.Unila)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung menggelar seminar dan lokarya Transformasi Kebijakan Agraria dan Transmigrasi: Quo Vadis Pedesaan di Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Emersia Bandar Lampung, Rabu-Kamis, 10-11 Juli 2019.

Rektor Universitas Lampung, Prof. Hasriadi Mat Akin dalam rilisnya, Selasa (9/7/2019) menyampaikan seminar ini diselenggarakan dalam menanggapi isu-isus seputaran transmigrasi dan konflik lahan di Indonesia. Unila berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berbasis ilmiah sebagai bagian dari road map university menuju universitas riset pada tahun 2025. 

Tujuan dari kegiatan seminar ini adalah: 1). Menjadi ajang komunikasi, tukar serta bangun gagasan yang mempertemukan para pakar, pengkaji, dan pembuat kebijakan berkenaan tema agraria dan transmigrasi. 2). Menghasilkan rekomendasi kebijakan tentang paradigma baru transmigrasi di Indonesia serta rekomendasi penuntasan masalah agraria yang timbul pada konteks program transmigrasi.

"Reforma agraria telah menjadi salah satu isu yang mendesak untuk dilakukan dan telah diakomodir sebagai prioritas program Nawacita dalam pemerintahan Joko Widodo," kata Rektor dalam pesan tertulisnya yang diterima Lampost, Selasa (9/7/2019).

Salah satu bagian dari tata-kelola agraria adalah program transmigrasi: pemindahan penduduk dari pulau Jawa ke pulau luar Jawa yang disertai dengan distribusi lahan. Lebih lanjut, persoalan transmigrasi jangan dipandang sebagai program pemindahan penduduk saja, melainkan pemindahan penduduk yang disertai (re)distribusi lahan. Transmigrasi sebagai salah satu program/kebijakan nasional telah mengubah wajah demografi, ekonomi, sosial, politik, dan kultural Indonesia.

Sementara itu Ketua Panitia, Warsono menambahkan dalam agenda tersebut tujuannya untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan tentang paradigma baru transmigrasi di Indonesia serta rekomendasi penuntasan masalah agraria yang timbul pada konteks program transmigrasi. Kemudian memberikan rekomendasi kebijakan dan masukan pada para pembuat kebijakan berkenaan dengan persoalan transmigrasi dan agraria. Poin-poin utama yang dihasilkan dari seminar dan lokakarya dapat menjadi saran dan masukan bagi perbaikan regulasi (Undang-undang) transmigrasi yang terbaru, khususnya yang berkenaan dengan dimensi ke-agraria-an.

Triyadi Isworo/Rilis



Berita Terkait



Komentar