#pasar#beritalamsel

Los Pasar Tradisional Desa Bumidaya Memprihatinkan

( kata)
Los Pasar Tradisional Desa Bumidaya Memprihatinkan
Salah satu warga saat melihat kondisi los pasar tradisional Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang kondisinya memprihatinkan, Rabu (24/7/2019). Lampost/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co)-- Sejumlah los pasar tradisional Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, los pasar yang dibangun sejak puluhan tahun itu nyaris ambruk lantaran tidak pernah mendapatkan renovasi. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, setiap tiang kayu los pasar tersebut alami kemiringan dan kayu sudah lapuk. Hingga kini Pemerintah Desa setempat belum memperbaiki aset desa setempat. Padahal, setiap pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar tradisional Desa Bumidaya itu dikenakan biaya sewa tempat. 

Adapun biaya yang diminta oleh desa melalui pengurus pasar bervariasi, seperti Los Gedung bagian depan seharga Rp1 juta, los gedung belakang Rp700 ribu dan los ukuran kecil berkisar Rp200 ribu-Rp400 ribu. Sedangkan, Pasar Tradisional itu memiliki los gedung sekitar 72 unit dan los kecil selitar 72 unit. 
 
Sehingga, asumsinya Seperti yang diungkapkan, Karyati, salah satu pedagang di Pasar Tradisional itu mengaku prihatin dengan kondisi los pasar ukuran kecil nyaris ambruk. Bukan hanya itu, bagian atap juga banyak alami bocor tanpa ada perawatan. 
 
"Ya, kalau para pedagang disini mau gimana lagi. Pasar ini kan punya desa. Yang saya khawatirnya kalau los pasar itu tiba-tiba roboh saat pasar itu dibuka. Jelas, bahaya keselelamatan bagi para pedagang," kata dia. 
 
Dia mengaku jika ada kerusakan kecil seperti plafon rusak atau bocor, maka para pedagang terpaksa memperbaiki sendiri. Sebab, selama ini ia mengaku tidak perawatan baik dari pengelola maupun desa.  
 
"Kami berharap sudah waktunya los pasar itu diperbaiki. Soalnya kami berjualan di los pasar ini bayar sewa tempat. Seharusnya, uang sewa itu bisa dimanfaatkan ujtuk perawatan," kata dia.
 
Sementara itu, Pjs Kepala Desa Bumidaya Septa Oksal Gunawan mengatakan sejauh ini pihaknya belum memiliki anggaran perbaikan los pasar tradisional tersebut. Sebab, anggaran dari PADes dari sewa los pasar itu belum mencukupi.  
 
"Dari awal setelah saya dilantik PJs Kades, saya lihat kondisi pasar memang sudah prihatin. Saya tanyakan ke bagian pengurus anggaran PADes belum mencukupi. Tapi, kami akan mencarikan solusinya nanti," kata dia.  

Armansyah

Berita Terkait

Komentar