#pasar#ambruk#lamsel#beritalampung

Los Pasar Nyaris Ambruk, Desa Bumidaya Akan Merelokasi Sejumlah Pedagang

( kata)
Los Pasar Nyaris Ambruk, Desa Bumidaya Akan Merelokasi Sejumlah Pedagang
Pjs Kepala Desa Bumidaya, Lampung Selatan, Septa Oksal Gunawan saat meninjau los pasar tradisional desa setempat yang nyaris ambruk, Kamis (25/7/2019). (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)--Pemerintah Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, berencana akan merelokasi sejumlah pedagang yang ada di Pasar Tradisional Desa setempat. Hal ini menyusul tidak layaknya bangunan los pasar yang nyaris ambruk. 
Pjs Kepala Desa Bumidaya, Septa Oksal Gunawan mengaku jika kondisi beberapa los ukuran kecil sudah tidak layak dan nyaris ambruk. Untuk itu, ia berencana akan memindahkan beberapa pedagang ke los pasar yang masih kokoh.
"Untuk sementara, para pedagang yang berjualan di los pasar yang tidak layak akan kami relokasi ke los lainnya. Karena masih banyak los pasar yang kosong. Jelas ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Dia, Kamis (25/7/2019).
Menurutnya, rencana relokasi pedagang itu akan dimusyawarahkan terlebih dahulu bersama para pedagangnya langsung pada Sabtu (27/7/2019) mendatang. Setelah itu, barulah adanya pemindahan lokasi mereka berjualan. 
"Kalau pembangunannya kami belum tahu kapan pelaksanaannya. Karena saat ini belum ada anggaran pembangunan pasar, baik dari PAD maupun dana lainnya. Untuk itu, kami kumpulkan dulu para pedagang guna mencari solusi yang terbaik," kata dia. 
Menurut Septa, pihaknya masih terkendala manajemen pengelolaan pasar tersebut. Sebab, hingga saat ini masih banyak pedagang yang belum melunasi sewa los pasar yang mereka tempati. 
"Ya, ini masalahnya. Para pedagang ini banyak yang belum bayar sewa tempat. Tentu hal ini akan kami bahas juga bersama pedagang. PAD dari pasar ini belum terkumpul semua," kata dia. 
Sebelumnya, Sejumlah los pasar tradisional Desa Bumidaya kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, los pasar yang dibangun sejak puluhan tahun itu nyaris ambruk lantaran tidak pernah mendapatkan renovasi. 
Berdasarkan pantauan Lampost.co, setiap tiang kayu los pasar tersebut alami kemiringan dan kayu sudah lapuk. Hingga kini Pemerintah Desa setempat belum memperbaiki aset desa setempat. Padahal, setiap pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar tradisional Desa Bumidaya itu dikenakan biaya sewa tempat. 
Adapun biaya yang diminta oleh desa melalui pengurus pasar bervariasi, seperti Los Gedung bagian depan seharga Rp1 juta, los gedung belakang Rp700 ribu dan los ukuran kecil berkisar Rp200 ribu - Rp400 ribu. Sedangkan, Pasar Tradisional itu memiliki los gedung sekitar 72 unit dan los kecil selitar 72 unit. Sehingga, asumsinya
Seperti yang diungkapkan, Karyati, salah satu pedagang di Pasar Tradisional itu mengaku prihatin dengan kondisi los pasar ukuran kecil nyaris ambruk. Bukan hanya itu, bagian atap juga banyak alami bocor tanpa ada perawatan. 
"Ya, kalau para pedagang disini mau gimana lagi. Pasar ini kan punya desa. Yang saya khawatirnya kalau los pasar itu tiba-tiba roboh saat pasar itu dibuka. Jelas, bahaya keselelamatan bagi para pedagang," kata dia. 
Dia mengaku jika ada kerusakan kecil seperti plafon rusak atau bocor, maka para pedagang terpaksa memperbaiki sendiri. Sebab, selama ini ia mengaku tidak perawatan baik dari pengelola maupun desa. 

Armansyah

Berita Terkait

Komentar