#kades#pppk

Dua Kades di Lamsel Diminta Mundur

( kata)
Dua Kades di Lamsel Diminta Mundur
Ilustrasi. Medcom


Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lampung Selatan meminta dua kepala desa (kades) yang diterima jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mengajukan surat pengunduran diri, jika tetap memilih menjadi PPPK.

"Ya mereka (kades) sudah kami panggil beberapa hari lalu untuk koordinasi. Mereka kami minta memilih. Kalau memilih PPPK harus buat surat pengunduran diri. Lalu, surat itu kami akan proses agar diajukan Penjabat (Pj) Kades dari PNS stempat," ujar Kepala DPMD Lampung Selatan, Erdiyansyah, Minggu, 29 Mei 2022.

Menurut dia, usulan Pj Kades dari Camat sekaligus pemberhentian Kades. Mekanisme pergantian Kades yakni jika masa jabatan masih lebih 1 tahun akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). Namun, jika kurang dari 1 tahun maka dijabat Pj Kades hingga selesai masa jabatan kades habis.

"Kini surat usulan dan pemberhentian Kades yang telah diterima menjadi PPPK tengah diproses di Kecamatan masing- masing," katanya.

Sementara itu, Iis Wahyudi, Kades Baktirasa, Kecamatan Sragi mengatakan lebih memilih menjadi guru dan akan mengajar di SDN 2 Baktirasa sebagai PPPK. Pengunduran dirinya sebagai Kepala Desa Baktirasa dilakukan lantaran merasa mendapat panggilan hati dan ingin meneruskan cita-citanya menjadi guru.

"Saya memilih PPPK Guru karena memang dari awal cita-cita saya menjadi guru, kemudian sudah panggilan hati buat mengabdi di sekolah. Udah nyaman," ujarnya.

Selain itu, jelas dia, dirinya pun sudah sejak 2002 menjadi guru honor di SDN 2 Baktirasa. Sehingga ketika diterima dalam seleksi PPPK Guru, jabatan kepala desa pun ditinggalkan.

"Sebenarnya masih 3 tahun lagi jabatan kepala desa. Tapi, ilmu yang saya dapatkan dipendidikan akan lebih bermanfaat kalau disalurkan di sekolah," jelasnya.

Hal senada dikatakan Turisman, Kepala Desa Gandri, Kecamatan Penengahan yang diterima juga sebagai PPPK guru mengaku dirinya pun memilih menjadi guru ketimbang melanjutkan masa jabatan Kades lantaran ingin menggapai cita-cita. Dia akan mengajar di SDN 2 Margajasa, Kecamatan Sragi. Sebab, honor di SDN 2 Margajasa sejak 2004.

"Ini memang latar belakang pendidikan saya sebagai guru. Jadi, sudah panggilan hati. Cita-cita saya juga guru," kata Kepala Desa yang telah menjabat selama 3 periode itu.

Winarko






Berita Terkait



Komentar