#hidrosefalus#kepedulian

LKS Bina Sejahtera Bantu Keluarga Bocah Penderita Hidrosefalus

( kata)
LKS Bina Sejahtera Bantu Keluarga Bocah Penderita Hidrosefalus
Ketua LKS Bina Sejahtera Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Sutrisno saat menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga bocah penderita hidrosefalus di Desa Mekarmulya, Jumat, 30 Juli 2020. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bina Sejahtera Kecamatan Palas, Lampung Selatan, merespons cepat terhadap bocah penderita hidrosefalus di Dusun Karangmekar, Desa Mekarmulya, yang luput perhatian dari pemerintah. Bocah penderita hidrosefalus Resta Nauri (22 bulan) merupakan putri kedua pasangan Dede Suryana dan Titin Handayani.

Bantuan berupa sembako tersebut diberikan langsung Ketua LKS Bina Sejahtera Kecamatam Palas, Sutrisno di kediaman Dede, Jumat, 31 Juli 2020.

Sutrisno mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat ada anak penderita hidrosefalus di Desa Mekarmulya luput perhatian dari pemerintah. Untuk itu, pihaknya langsung merespons dengan memberikan bantuan kepada keluarga bocah tersebut.

"Setelah mendapatkan kabar itu, kami langsung mendatangi rumah keluarga bocah hidrosefalus tersebut. Tidak banyak yang kami berikan, tapi mudah-mudahan bisa meringankan beban orang tuanya," kata dia.

Menurut Sutrisno, pihaknya memberikan sembako berupa beras 25 kg, minyak goreng, gula, susu, dan lainnya. Selain itu, pihaknya juga memberikan tali asih untuk membantu kebutuhan sehari-harinya.

"Kami berharap jangan melihat dari nilainya. Tapi, inilah kepedulian kami terhadap balita penderita hidrosefalus. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk keperluan sehari-hari," ujarnya.

Ibu bocah, Titin Handayani mengatakan sangat bersyukur atas kepedulian dari LKS Bina Sejahtera. Sebab, selama ini keluarga mereka tidak pernah mendapatkan perhatian dari pihak mana pun.

"Alhamdulillah, selama ini kami tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun. Termasuk bantuan dari dampak ekonomi akibat pandemi virus Covid-19, seperti PKH, BPNT, sembako maupun BLT," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar