#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis#digital

Literasi Digital Masyarakat Lampung Masih Rendah

( kata)
Literasi Digital Masyarakat Lampung Masih Rendah
Ilustrasi. Foto: QRIS


Bandar Lampung (Lampost.co): Tingkat literasi dan kesadaran masyarakat akan transaksi digital di Lampung masih rendah, khususnya di daerah non-perkotaan. Hal ini menjadi tantangan bagi Bank Indonesia untuk mencapai target proyeksi transaksi digital di 2023.

“Ini terutama dilatarbelakangi dengan jumlah penduduk Provinsi Lampung yang mayoritas terkonsentrasi di wilayah pedesaan, sebesar ±75% dari total penduduk Lampung,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Tony Noor Tjahjono, melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 20 Januari 2023.

Selain itu, preferensi masyarakat atas transaksi tunai berdampak terhadap kurang optimalnya penggunaan kanal pembayaran non tunai dalam transaksi sehari-hari. Kendala geografis serta ketersediaan jaringan telekomunikasi dan infrastruktur IT yang belum merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung yang tercermin dari masih adanya beberapa daerah dengan status blankspot coverage jaringan telekomunikasi turut menjadi kendala.

Lebih lanjut, ia menuturkan akan terus mengakselerasi penggunaan transaksi digital di Provinsi Lampung melalui berbagai strategi.

“Kami mendorong perluasan program inovasi SIAP QRIS PUSAKA (Produk Unggul, Sehat, Berkualitas, dan Aman) pada Pasar Rakyat dan Pusat Perbelanjaan Modern/Mall di Provinsi Lampung. Selain itu, edukasi masyarakat terkait pembayaran digital khususnya melalui kanal QRIS akan terus didorong melalui berbagai saluran komunikasi. Juga bekerjasama dengan Kementerian/Lembaga,” ucap dia.

Saat ini pihaknya bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) telah mencanangkan standar nasional pembayaran berbasis Quick Response Code yaitu Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang diikuti dengan program perluasan secara nasional yakni 12 juta merchant QRIS pada tahun 2021 dan 15 juta pengguna baru QRIS pada tahun 2022, termasuk di Provinsi Lampung yang perkembangannya sangat menggembirakan.

“Untuk tahun 2023, diharapkan dapat mencapai akumulasi 45 juta pengguna dan 1 miliar transaksi di level nasional. Target ini didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung,” pungkas dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar