#mesuji

Listrik PLN di Register 45 Mesuji Sulitkan Penyelesaian Konflik

( kata)
Listrik PLN di Register 45 Mesuji Sulitkan Penyelesaian Konflik
Kondisi register 45 beberapa waktu lalu. (Lampost.co/Ridwan Anas)


Mesuji (Lampost.co) -- Banyaknya meteran listrik yang terpasang di kawasan hutan register 45 makin menyulitkan pemerintah dalam menyelesaikan konflik di lahan seluas 43.100 hektare (ha) tersebut.

Kepala UPTD KPH Wilayah V Lampung – Mesuji, Edi Hermanto, menerangkan fasilitas listrik di register 45 akan menambah rasa nyaman penghuni tanah negara tersebut. 

"Februari 2022 kami sudah mengundang pihak PLN untuk klarifikasi tentang listrik di register, namun mereka tidak hadir. Kami juga sudah laporkan kondisi ini ke dinas kehutanan Lampung," kata Edi di kantornya, Kamis, 8 September 2022.  

Menurutnya, dalam waktu dekat, Dinas Kehutanan Lampung akan melakukan pertemuan dengan pihak PLN untuk mengklarifikasi tentang listrik masuk tanah negara. Bukan hanya di register 45, melainkan di register lain di Lampung.  

"Dinas kehutanan sudah panggil PLN panggil untuk klarifikasi, mungkin Selasa depan akan dilakukan pertemuan untuk bahas listrik di register," ujarnya.  

Baca juga : Ribuan kWh Listrik Ilegal Terpasang di Kawasan Register 45 Mesuji

Edi memastikan listrik yang masuk di kawasan register 45 tidak memiliki izin resmi. 

"Hingga kini, KPH Sungai Buaya belum pernah tahu apakah jaringan listrik di register 45 ini sudah punya izin atau belum. Setahu kami itu belum ada izinnya. Mekanisme pemberian izin listrik di register adalah PLN bersurat ke dinas kehutanan melalui kami, dan itu belum pernah dilakukan," kata Edi.

Kini, total lahan yang sudah diduduki oleh masyarakat sekitar 30.000 hektare dari 43.100 ha lahan register 45. Dari jumlah itu, hanya 600 hektare yang berhasil dimitrakan. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar