limbahkorona

Limbah Medis Covid-19 Dikhawatirkan Cemari Tempat Wisata

( kata)
Limbah Medis Covid-19 Dikhawatirkan Cemari Tempat Wisata
Ilustrasi limbah medis. Medcom.id

Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan pemerintah turut fokus menangani limbah medis penanganan korona (covid-19). Doni khawatir sampah medis yang tidak ditangani secara cepat akan mencemari lingkungan.
 
"Pasti akan komplain, keberatan, kalau nanti ada penyelam menemukan masker di sejumlah koral yang selama ini menjadi tujuan wisata," ujar Doni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.
 
Doni mengungkapkan pihaknya membuat divisi baru yang fokus dalam pengendalian limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal tersebut untuk mengatasi sampah medis penanganan virus covid-19 (korona).

"Ini salah satu solusinya untuk mengantisipasi jangan sampai limbah alat pelindung diri (APD), masker berserakan," tutur dia.
 
 Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengumpulkan 206,76 kilogram limbah infeksius korona selama kurang lebih dua bulan. Limbah infeksius paling banyak dari Jakarta Selatan sebanyak 85 kilogram.
 
"Daerah berikutnya Jakarta Barat 46,76 kilogram, lalu Jakarta Timur 42 kilogram, Jakarta Utara 21 kilogram, dan Jakarta Pusat 12 kilogram limbah medis," beber Kepala Seksi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Provinsi DKI Jakarta Rosa Ambarsari saat dihubungi, Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.
 
DLH DKI juga menerapkan protokol pengelolaan masker bekas dari rumah tangga. Protokol pengelolaan limbah B3 rumah tangga ini bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 dan melindungi petugas kebersihan sampah.
 
Sementara, pengelolaan limbah infeksius (limbah B3) yang bersumber dari rumah tangga berpedoman pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Medcom



Berita Terkait



Komentar