buntahminyakjelantah

Lima Milenial Kreatif Ciptakan Sabun dari Minyak Jelantah

( kata)
Lima Milenial Kreatif Ciptakan Sabun dari Minyak Jelantah
Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co) – Berangkat dari kegelisahan akibat begitu banyaknya limbah minyak jelantah yang terbuang sia-sia dan mengotori lingkungan, kelima anak muda yang berasal dari berbagai jurusan dan perguruan tinggi di Lampung berkolaborasi mengolah limbah tersebut menjadi barang yang bermanfaat.

Mereka menamainya Buntah.id atau sabun minyak jelantah. Sabun itu mereka racik dengan bahan bahan yang mudah di dapat.

Milenial kreatif yang menginisiasi Buntah diantaranya Tria Fadilla Jurusan Sosiologi Unila ,Muhammad Rian Hidayat Jurusan Biologi Unila,  Rianti Dewi jurusan Penyuluhan Pertanian Unila,  Izzah Safina An-Najjah jurusan Agronomi dan Hortikultura Unila,  dan Afandi Radefa jurusan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam UIN Raden Intan.

Rian Hidayat mengatakan minyak goreng bekas atau jelantah bisa mencemari lingkungan baik air maupun tanah jika dibuang sembarangan.

“Minyak goreng bekas yang terserap ke tanah akan mencemari tanah sehingga tanah menjadi tidak subur. Selain itu, limbah minyak goreng yang dibuang ke lingkungan juga mempengaruhi kandungan mineral dalam air bersih,” kata dia kepada Lampost.co, .

Tria Fadilla menambahkan produk Buntah.id punya pembeda dengan produk komersial lainnya yakni aspek berkelanjutan untuk menghasilkan produk Eco-Friendly.

“Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi sebuah produk bernilai jual. Aspek sustainable tersebut pula menjadi produk Eco-Friendly,” ujarnya.

Selain sebagai pembersih, buntah tidak lupa menyisipkan estetika dalam hal bentuk, warna, dan aroma yang dapat disesuaikan dengan minat konsumen (custom made). Bentuknya beragam, seperti bunga, ikan, dan lainnya sesuai keinginan calon pembeli.

“Produk ini juga multifungsi karena dapat digunakan diberbagai kegiatan rumah tungga, mencuci tangan, piring, dan perabotan,” ungkap dia.

Untuk pemasaran mereka menargetkan ke beberapa lini seperti komunitas berbasis lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, komunitas pemberdayaan keluarga, dan koperasi di semua perguruan tinggi di Lampung. Selain itu, di sisi penjualan, mereka memanfaatkan media sosial seperti Instagram bernama Buntah.id.

Buntah.id pun sempat mengikuti pameran produk berbahan limbah yang digelar Komunitas Gajahlah Kebersihan beberpa waktu lalu.

Cara Pembuatan Buntah

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat buntah diantaranya minyak jelantah, air secukupnya, soda api, pewarna makanan, dan pengharum pakaian. Sedangkan alat yang disiapkan yakni pengaduk kayu, sepatula, gelas takar,  cetakan, lap, masker, dan sarung tangan.  

Siapkan alat dan bahan timbang semua bahan yang diperlukan, masukkan soda api ke air, kemudian masukkan minyak jelantah yang sudah di rendam bersama arang selama satu hari ke dalam laruta soda api.

Aduk sampai mencapai kekentalan seperti mayonais kurang lebih dua menit.  Kemudian tuangkan ke dalam cetakan yang sudah disiapkan. Selanjutnya, diamkan semalam, lalu angina-anginkan ditempat yang berventilasi bagus.

“Setelah tiga sampai empat minggu, sabun sudah bisa digunakan, akan lebih baik jika didiamkan 2-3 bulan,”papar Tria.

Buntah bisa berguna sebagai sabun alternatif si rumah untuk mendukung kelestarian lingkungan. Terlebih saat pandemi covid-19, dimana semua orang harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah virus korona dan terus ingat  pesan ibu yakni 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker). 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar