#autp#tanamanpadi#pertanian

Lima Kelompok Tani di Lambar Klaim Dana Asuransi Tanaman Padi Senilai Rp183 Juta

( kata)
Lima Kelompok Tani di Lambar Klaim Dana Asuransi Tanaman Padi Senilai Rp183 Juta
Foto: Dok

Liwa (Lampost.co): Lima kelompok tani di Lampung Barat mengajukan klaim dana program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) Tahun Anggaran 2020 untuk lahan tanaman rusak seluas 3,5 hektare yang tersebar di dua kecamatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat, Yedi Ruhyadi, menjelaskan pemilik lahan tanaman padi seluas 30,5 hektare yang mengajukan klaim asuransi itu tergabung di lima kelompok tani dari dua kecamatan yaitu Kelompok Tani Pekon Tuha dan Tambakjaya, Kecamatan Sukau. 

Kemudian Kelompok Tani Mekarjaya, Harapan Makmur, dan Sidomaju di Kecamatan Suoh. "Klaim dana asuransi itu saat ini sedang dalam proses pengajuan kepada pihak asuransi penanggungjawab program," ujarnya, Jumat, 4 September 2020.

Menurutnya, klaim asuransi yang disampaikan oleh kelompok tani dengan luasan lahan tanaman padi mencapai 30,5 hektare itu rata-rata karena mengalami kerusakan akibat serangan penyakit blash. Adapun total pengajuan klaim dana asuransi untuk lahan seluas 30,5 hektare itu mencapai 183 juta.

"Pengajuan klaim dana asuransi terhadap tanaman itu umumnya adalah karena rusak akibat serangan blash dimana tanaman awalnya tampak menguning lalu mati," kata Yedi.

Menurutnya, klaim dana asuransi itu telah disampaikan dan saat ini masih menunggu proses. Untuk pembayaran pencairan dana klaim asuransi itu nantinya akan ditransfer langsung melalui rekening kelompok.

Ia menambahkan, untuk tahun ini jumlah luasan lahan tanaman padi yang didaftarkan petani untuk mengikuti program AUTP di Lambar baru mencapai 481 hektar dari 1.000 hektare yang ditargetkan. 

Ke-481 hektare tanaman padi yang diasuransikan itu tersebar di Kecamatan Bandarnegeri Suoh  247,75 hektare, Suoh 85,5 hektare, Lumbok Seminung 49,75 hektare, Kebuntebu 43 hektare dan Sukau 55 hektare.

Berdasarkan jumlah itu maka pencapaian target progam AUTP hingga saat ini belum mencapai setengah dari angka yang ditargetkan. Pencapaian belum memenuhi angka ideal dikarenakan minat petani untuk mendaftarkan lahan tanaman padinya pada program AUTP di Lambar ini ini masih kurang padahal pihaknya dalam berbagai momen dan melalui petugas lapangan terus mensosialisasikan program ini kepada petani.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar