#pencabulan#asusila#beritatulangbawang

Lima Gadis Belia Jadi Korban Guru Silat Cabul

( kata)
Lima Gadis Belia Jadi Korban Guru Silat Cabul
Shr pelaku pencabulan saat diamankan di Mapolres Tulangbawang. Dok/Polres Tulangbawang

MENGGALA (Lampost.co) -- Aksi bejat pelatih silat itu tidak hanya dilakukan terhadap SI, tapi ada empat korban lainnya, Kelima korbannya yaitu berinisial NL (13), TI (16), dan WS (17). Mereka warga Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat. Satu korbannya LS (17) merupakan warga Kecamatan Menggala, Tulangbawang.

Aksi bejat sang oknum pelatih pencak silat yang tergabung dalam ikatan pencak silat seluruh indonesia (IPSI) Kabupaten Tulangbawang Barat terbongkar saat salah satu keluarga korban menkonfirmasi perbuatan gurunya.

Suhartono (45) warga Tiyuh Panaraganjaya Indah, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat itu pun nyaris menjadi amukan warga dan keluarga korban. Dia berhasil diselamatkan dan diamankan anggota Polsek Tumijajar, Minggu 13 Oktober 2019 malam.

Selama melancarkan aksinya sejak tahun 2016 lalu. Terdapat lima orang murid perempuan telah menjadi korban perbuatan cabul sang oknum pelatih bela diri itu.

Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, menjelaskan aksi cabul Suhartono pertama kali dilakukan terhadap SI pada tahun 2016 lalu. SI dicabuli pelaku di rumahnya sendiri saat rumahnya dalam keadaan sepi. 

SI kembali mendapatkan perlakuan tidak senonoh pelaku untuk kedua kali pada bulan April 2016. Saat itu, korban yang tengah mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi di Bandarlampung dicabuli pelaku di sebuah hotel.

Berita terkait:

Aksi Cabul Tersangka Dilakukan Sejak 3 Tahun Lalu

Sementara itu dihadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tulangbawang saat dilakukan pemeriksaan secara intensif pada Senin, 14 Oktober 2019 siang.

Suhartono mengaku mencabuli keempat korban lainnya di tahun ini. Ia mencabuli LS, TI, dan WS di tempatnya melatih para korban. Suhartono mencabuli para korban selepas melatih. "Pelaku mencabuli LS, TI, dan WS pada bulan April tahun 2019. Perbuatannya dilakukan di tempat latihan yang berada di bekas pondok pesantren (Ponpes) di Tiyuh Panaragan Jaya Indah dan di salah satu SMK Negeri di Tulangbawang Barat," kata dia.

"Ternyata ditahun 2019 perbuatan asusila ini juga dialami oleh korban NL. Lokasi pencabulan sama seperti ketiga korban. Pelaku mencabuli korban seusai kegiatan belajar mengajar atau latihan," ujar Kasat Reskrim AKP Sandy.

Kejadian yang menimpa NL, kembali terulang pada bulan Juli untuk kedua kalinya. Korban dicabuli pelaku di sebuah hotel, ketika korban mengikuti perlombaan O2SN tingkat provinsi di Kota Bandar Lampung. "Modus pelaku melakukan perbuatan asusila adalah dengan dalih melakukan pemijatan menggunakan lotion pada seluruh tubuh korban sebagai alasan untuk peregangan otot," ujarnya. 

Ferdi Irwanda

Berita Terkait

Komentar