#Kesehatan#VirusKorona

Liburan Petaka                         

( kata)
Liburan Petaka                         
Ilustrasi: Medcom.id


Iskandar Zulkarnain, Wartawan Lampung Post

CUTI bersama di akhir bulan Oktober tidak mundur lagi. Selama lima hari (28 Oktober–1 November 2020) rakyat akan menikmati liburan di musim wabah Covid-19. Tapi libur panjang kali ini dikhawatirkan terjadi ledakan penularan virus corona baru karena masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Potensi penyebaran Covid-19 periode libur panjang ini berkaca pada masa liburan sebelumnya–Hari Raya Idulfitri dan Hari Kemerdekaan RI.  “Kita memiliki pengalaman libur panjang satu setengah bulan. Setelah itu terjadi kenaikan kasus yang cukup tinggi,” tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memimpin rapat terbatas, pekan ini.

Pada libur Idulfitri 22—25 Mei lalu, kasus penambahan positif Covid- 19 naik signifikan. Dalam liburan hari raya itu tidak terlalu tinggi. Tiba-tiba dalam rentang pada 6—28 Juni, kasus harian melonjak tajam. Pekan pertama Juni bahkan menunjukkan 674 kasus terpapar corona harian. Lalu pada pekan kedua Juni melonjak naik 1.013 bahkan ada yang mencapai angka 1.059.

Artinya, libur panjang nanti harus tegas dan ketat membatasi mobilitas warga yang keluar masuk dari wilayah. Mau tidak mau, suka tidak suka semua bergegas agar wabah mematikan ini tidak menambah penderitaan rakyat. Banyak pesan yang digaungkan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Tidak perlulah liburan jika mendatangkan kemudaratan. Karena hingga hari ini, belum ada obat dan vaksin yang menyembuhkan pasien terpapar corona. Berharap pada November dan Desember, vaksin yang dijanjikan dari luar negeri itu segera datang. 

Jalan satu-satunya adalah mengantisipasi dan tetap waspada! Apalagi Provinsi Lampung sebagai pintu masuk Sumatera melakukan langkah pengamanan dan penanganan, memperketat protokol kesehatan. Fasilitas publik seperti pelabuhan penyeberangan, jalan tol, kawasan wisata, hotel, mal, juga acara reunian sangat berpotensi terjadinya penularan.

Sangat tegas diingatkan bahwa libur panjang tidak terjadi klaster-klaster baru Covid-19 di Lampung . Jadikanlah libur panjang–peringatan Maulid Nabi Muhammad saw–kelahiran Rasulullah saw sebagai ajang evaluasi diri. Juga momen spiritual untuk menahbiskan Muhammad sebagai teladan dan figur tunggal yang mengisi pikiran, hati, dan pandangan hidup umat Islam.

Libur panjang ini mengingatkan umat Islam untuk kembali mengukuhkan komitmen loyalitas kepada Rasulullah saw. Setidaknya terwujud rasa sayang dan cinta kepada penyelamat muslim seluruh dunia ini. Cinta akan utusan Allah itu harus melebihi kecintaan kepada anak, istri, juga harta dan takhta.

Muhammad kecil hingga dewasa memberikan keteladanan bagi keluarga juga pengikutnya saat itu. Mulai dari urusan dunia hingga akhirat. Apalagi musim wabah saat ini. Tujuannya, agar penduduk dunia menjadi orang yang sehat dan kuat, baik jasmani maupun rohani. Rasulullah bukanlah seorang dokter. Tapi Muhammad selalu mengingatkan tentang kebersihan.

Ketika menghadapi wabah penyakit mematikan, Nabi saw mengingatkan, "Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan Allah untuk menguji hamba-Nya. Jika kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya." Ini hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid.

***

Jadi, libur panjang ini sebaiknya berdiam di rumah. Meneladani perkataan Rasulullah. Virus yang masuk ke tubuh manusia sehat tidak bisa dirasakan. Apalagi banyak anak bangsa berstatus orang tanpa gejala (OTG) terinfeksi Covid-19 yang berkeliaran dan berkumpul di mana-mana dan ke mana-mana. Orang sakit menular itu pun, diingatkan Nabi, “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat." Sangat tegas teladannya.

Belajarlah dari Thailand dalam menangani pandemi Covid-19.  Meskipun Negeri Gajah Putih adalah negara pertama tempat penyebaran virus corona selain Tiongkok,  mereka dengan cepat kilat menangani kasus tersebut. Angka kematian bisa ditekan. Negara seribu pagoda itu memiliki  strong health security dan resilliance health system.

Untuk itulah menjaga kebersihan diri, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menaati anjuran pemerintah sebagai otoritas berwenang–harus taat. Anak bangsa terhindar dari penularan Covid-19. Ini wujud ikhtiar–teladan dari Nabi saw untuk mencegah sehingga terhindar dari wabah tha’un tadi.

Otoritas pemerintah yang dibawah kendali Kepala BNPB Doni Monardo mengingatkan libur panjang akhir Oktober harus diantisipasi.  Kata Doni, jangan sampai kendur dan lengah. Upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan baik. Dia mengimbau sebaiknya liburan di rumah saja. "Liburan tidak harus ke luar kota, tetapi bisa di rumah saja dan melakukan hal yang positif dan bahagia," tegas dia.

Tak hanya Doni Monardo, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah mulai dari gubernur, wali kota, dan bupati hingga lingkungan warga untuk sama-sama bahu-membahu dengan tokoh masyarakat dan agama mengimbau masyarakat, agar selama liburan tidak mengunjungi tempat-tempat yang mengakibatkan kerumunan.

Mobilitas masyarakat yang tinggi dari satu tempat ke tempat lain–liburan ke kampung halaman apalagi di tempat keramaian akan menjadi media tumbuh suburnya penularan virus. Jika tidak terelakkan, pasukan TNI dan Polri harus mempertegas penegakan hukum bagi yang melanggar. Batasi kunjungan ke tempat-tempat wisata agar tidak melebihi kapasitas 50%.

Termasuk komandan perhubungan negeri ini, Menhub Budi Karya Sumadi mengingatkan pemilik armada angkutan publik darat, laut, dan udara serta  dan kendaraan pribadi. Budi pun memprediksi terjadi peningkatan. Para operator transportasi harus tegas dan konsisten memberlakukan protokol kesehatan mulai keberangkatan, saat perjalanan, hingga sampai ke tempat tujuan.

Ada dua yang perlu diantisipasi oleh armada angkutan. Pertama, potensi terjadinya kemacetan. Kedua, tanggap akan penularan Covid-19. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bergegas melakukan koordinasi, mengawasi, juga bersama-sama TNI dan Polri melakukan penindakan kepada masyarakat agar sadar bahaya virus. Ingat! Jangan sampai pulang dari liburan justru membawa petaka bagi keluarga dan lingkungan yang disayangi. ***

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar