#wisata#lembahhijau

Liburan Lebaran Kedua di Masa Pandemi, Lembah Hijau Makin Perketat Prokes

( kata)
Liburan Lebaran Kedua di Masa Pandemi, Lembah Hijau Makin Perketat Prokes
Puluhan karyawan Lembah Hijau menjalani rapis tes antigen, Sabtu, 8 Mei 2021. Dok Lembah Hijau


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Taman Wisata dan Satwa Lembah Hijau makin memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam operasionalnya. Hal itu seiring hari raya Idulfitri tahun ini yang masih dalam masa pandemi covid-19.

Manager Marketing Lembah Hijau, Yudi Indra Irawan, menjelaskan dalam menghadapi musim libur lebaran pihaknya terus mengikuti perkembangan aturan pemerintah. Dimana hingga kini Pemerintah Kota Bandar Lampung belum mengeluarkan kebijakan agar tempat wisata ditutup.

"Kami sementara tetap buka dengan penerapan prokes dan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk perketatan prokes. Begitu juga dengan Dinas Pariwisata, kami buat surat pernyataan terkait tempat wisata yang buka di hari raya agar menjaga prokes dengan baik," kata Yudi, Sabtu, 8 Mei 2021.

Dalam menjalankan prokes, lanjut dia, pihaknya pun menambah petugas dan alat pendukung, seperti pada gerbang depan yang melakukan pengecekan suhu tubuh dan pendataan pengunjung. Lalu tempat cuci tangan dan sabun tersedia di 30 titik. "Kalau di depan ada indikasi suhunya melebihi batas yang ditentukan tentunya tidak boleh masuk," ujarnya.

Untuk memastikan kesiapan dalam melayani pengunjung, puluhan karyawan yang langsung berhubungan dengan wisatawan telah dilakukan tes rapid antigen. 

"Hasilnya karyawan kami sehat. Kemudian, secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari," ujar dia.

Untuk menambah keamanan, Lembah Hijau juga membentuk petugas khusus yang memakai topi kuning untuk berkeliling mengingatkan pengunjung yang lalai terhadap prokes. "Ada pengunjung yang di luar pakai masker, tapi di dalam copot. Itu akan kami pantau," kata dia.

Kendati tetap buka, pihaknya siap mengikuti jika pemerintah meminta tempat wisata untuk tutup. "Tapi kami berharap tahun ini bisa tetap buka, karena melihat perkembangan masyarakat yang sudah divaksinasi," katanya.

Namun, dia memprediksi tingkat kunjungan tetap tidak akan membludak. Sebab, melihat dalam setahun terakhir peningkatan kunjungan terbesar hanya terjadi pada libur tahun baru hingga 25%. 

"Harapannya minimal meningkatnya bisa sama, karena sudah ada beberapa penyekatan. Jadi tidak ada tamu mudik. Jadi tetap ramai, tetapi tidak sampai padat," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar