ingatpesanibujagajarakmencucitanganmemakaimasker

Libur Panjang Harus Dibarengi Memperketat Protokol Kesehatan

( kata)
Libur Panjang Harus Dibarengi Memperketat Protokol Kesehatan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah memutuskan tak akan membatalkan penetapan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad saw pada 28 hingga 1 November 2020. Menyikapi hal tersebut, pemerintah melakukan sejumlah antisipasi. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pihaknya telah memfokuskan berbagai aspek transportasi baik darat, laut, dan udara. "Semua transportasi telah kami siapkan untuk digunakan libur nasional dan kami prediksi kebanyakan libur di Pulau Jawa menggunakan kereta api. Namun, di lain itu juga ada bandara dan terminal yang harus kami fokuskan protokol kesehatannya," katanya dalam kegiatan press conference Covid dalam Angka: Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Liburan, Rabu, 21 Oktober 2020.

Kemenhub akan mengarahkan semua petugas bandara, termonal, dan stasiun untuk menerapkan semua runtutan prokes yang diarahkan gugus tugas. Proke harus dipahami sebagai hal paling utama dengan adanya waktu libur panjang ini yang kemungkinan besar akan melonjak 20% dari prediksi.

"Dengan adanya libur panjang ini, kami prediksi penggunaan transportasi akan meningkat. Hal ini menjadikan kesadaran yang penting untuk semuanya. Saya juga apresiasi arahan dari gugus tugas yang akan kami lakukan adalah mengikuti arahan prokes jadikan keharusan," ujarnya. 

Ia juga menjelaskan, pada 27 malam dan 28 Oktober adalah hari kritis awal libur, Kemenhub juga telah memantau pasti akan terjadi kemacetan untuk jalur darat di timur, kemacetan transportasi laut untum arah Sumatera, serta bandara juga di berbagai tempat. 

"Kami juga mengimbau agar bagi yang ingin berlibur untuk tidak pergi di tanggal awal liburan karena waktu itulah puncak libur yang meningkat. Gugus tugas dan Kementerian Perhubungan terus memberikan imbauan," katanya. 

Di waktu yang sama, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan jika kasus positif yang ada saat ini harus dijadikan acuan untuk menekannya, bukan menambahkan. 

"Cuti kali ini jangan sampai menajadi angka penambahan C0vid-19 meningkat, kita hanya dituntut untuk patuh terhadap penerapan protokol kesehatan yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M). Selain itu juga kita harus berdoa kepada yang kuasa, menjaga imun dengan berolahraga, dan menjaga kesehatan dengan rajin makan makanan sehat seperti buah, sayuran hingga vitamin," ujarnya. 

Pemerintah juga, kata dia, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri akan membagikan surat edaran ke gubernur untuk mengelola tempat wisata yang diprediksi akan menjadi pilihan masyarakat yang liburan.

"Kerja sama ini juga tidak boleh lepas dari para pelaku usaha, yakni tempat wisata, kita batasi tempat wisata tidak boleh lebih dari 50%. Jika ini dipatuhi insya Allah liburan aman dan nyaman akan tercapai demi mengurangi penyebaran protokol kesehatan," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar