#penyeberangan#liburiduladha

Libur Iduladha, Arus Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni Naik 35 Persen

( kata)
Libur Iduladha, Arus Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni Naik 35 Persen
Arus penyeberangan kendaraan pribadi mulai meningkat di Pelabuhan Bakauheni menjelang libur Iduladha 1442 H, kamis, 30 Juli 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono.

Kalianda (Lampost.co) -- PT ASDP Indonesia Cabang Bakauheni mencatat terjadi peningkatan angkutan penyeberangan pada libur Hari Raya Iduladha 2020/1442 H sekitar 35 persen dibandingkan hari biasa di masa pandemi Covid-19.

"Hari Raya Iduladha yang bertepatan dengan long weekend membuat traffic penyeberangan naik sekitar 35-40 persen dibanding hari normal dengan peningkatan signifikan terjadi pada penumpang jalan kaki yang mencapai 1.423 orang, sedangkan hari kemarin hanya 918 orang menyeberang ke Merak," kata Humas PT ASDP Cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap, Kamis, 30 Juli 2020.

Selain penumpang jalan kaki, peningkatan arus penyeberangan juga terlihat pada moda transportasi kendaraan sepeda motor dan roda empat pribadi. ASDP mencatat sepanjang hari ini 6.034 kendaraan campuran (roda dua, roda empat pribadi, dan truk) telah menyeberang ke Pelabuhan Merak atau naik 1.003 unit kendaraan dibandingkan sehari sebelumnya yang berjumlah 5.031 unit kendaraan. Sementara sepeda motor meningkat sekitar 322 atau 905 unit dari hari sebelumnya yang berjumlah sekitar 583 unit.

"Peningkatan arus penyeberangan ini akan berlangsung selama libur Iduladha 1441 Hijriah yakni mulai 29 Juli-3 Agustus 2020," ujarnya.  

Untuk menghindari potensi antrean di pelabuhan, Saiful mengimbau agar pengguna jasa dapat melakukan perjalanan pada siang hari dan melakukan pemesanan (check-in) tiket online ferizy dua jam sebelum keberangkatan," katanya.

Dia memastikan lonjakan pengguna jasa masih dalam batas normal, dengan kapasitas kapal yang terpasang masih memadai dengan operasional 30 kapal dan lima dermaga sandar.

Dia mengatakan ASDP saat ini telah menerapkan proses screening (stopper) di sejumlah titik akses jalan menuju pelabuhan untuk memastikan pengguna jasa sudah memiliki tiket karena penjualan tiket penyeberangan hanya bisa melalui aplikasi ferizy di ponsel atau beli langsung di Alfamart.

"Kami juga menempatkan personel di lapangan yang bertugas menyaring pengguna jasa yang belum bertiket agar tidak langsung masuk ke area pelabuhan atau menyaring pengguna jasa yang datang tapi tidak sesuai jam keberangkatannya atau tidak sesuai data identitas yang tertera di e-ticketc sekaligus menerapkan protokol kesehatan bagi pengguna jasa," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar