#JAD#teroris

LH Jaringan JAD Enggan Berinteraksi dengan Masyarakat

( kata)
LH Jaringan JAD Enggan Berinteraksi dengan Masyarakat
dok Lampost.co

Pesawaran (Lampost.co): LH (40) warga Desa Pesawaran Indah Kecamatan Way Ratai, yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Polri, mulai tidak berinteraksi dengan masyarakat setelah ikut dalam jaringan Kustowo (JAD).

Kepala Desa Pesawaran Indah Faqih mengatakan, sebelum LH ikut dalam jaringan Kustowo, dirinya sering membaur dengan masyarakat, mengingat tempat tinggalnya di daerah pedesaan yang masih kental akan gotong royong.

"Sebenarnya kita tahu kalau dia ikut jaringan Kustowo tersebut, makanya kami berupaya menarik LH ini agar terlepas dari jaringan tersebut, dan kembali membaur ke masyarakat, tapi dirinya selalu menolak," jelasnya. Minggu, 20 Oktober 2019.

Berita Terkait: LH Baru Sebulan Mengontrak Setelah Pulang Mondok

"Setelah beberapa tahun lalu, Kustowo tertangkap, dirinya bersama istri dan kedua anaknya merantau, entah kemana. Dan belum ada satu bulan ini dia kembali dan menempati rumah saudaranya yang kosong, padahal rumah dia juga kosong," paparnya.

Dia melanjutkan, sebenarnya dia agak terkejut kemarin ada penggerebekan dari Densus 88 kalau LH terduga teroris.

"Kalau untuk barang yang diambil dari rumahnya, oleh Densus 88 dalam penggerebekan kemarin, saya tidak tahu karena penggerebekannya tertutup dan cepat," ungkapnya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Mabes Polri  kembali menangkap jaringan radikal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung. Kali ini penangkapan dilakukan terhadap LH alias Lukman (40), seorang buruh serabutan, di Desa Pesawaran Indah, Way Ratai, Pesawaran, Sabtu 17 Oktober 2019, sekitar pukul 17.30 WIB. 

Putra Pancasila Sakti



Berita Terkait



Komentar