#beritalampung#beritalamsel#pakaiaadat#adatlampung

Lestarikan Kearifan Lokal, Perusahaan di Natar Setiap Jumat Berpakaian Adat Lampung

( kata)
Lestarikan Kearifan Lokal, Perusahaan di Natar Setiap Jumat Berpakaian Adat Lampung
Karyawan dan pimpinan perusahaan di Natar komitmen melestarikan adat budaya Lampung dengan serempak berpakaian adat setiap Jumat. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co): PT Konverta Mitra Abadi, Natar, Lampung Selatan, salah satu dari ribuan perusahan di Provinsi Lampung yang melestarikan kearifan lokal adat budaya Lampung dengan memakai pakaian adat Lampung saat bekerja setiap Jumat.

"Jika bukan generasi saat ini yang mempertahankan kearifan lokal seperti pakaian adat, siapa lagi. Dan jika tidak dimulai dari sekarang kapan lagi," Head Plant PT Konverta Mitra Abadi (PT KMA) Lampung, Sunano, Jumat, 28 Oktober 2022.

Dia mengatakan memang tidak setiap hari kerja berpakaian adat, namun manajemen menerapkan kebijakan setiap Jumat karyawan yang bekerja di area office (administratif) untuk mengenakan pakaian adat Lampung supaya kearifan lokal seperti pakaian adat Lampung ini lestari dan dicintai.

Menurutnya mempertahankan budaya merupakan komitmen perusahaan dalam menyelaraskan kegiatan operasional dengan upaya melestarikan kebudayaan kearifan lokal.

Baca juga:  Ombudsman Lampung Nilai BPOM Lalai Jaga Standardisasi Obat

Pakaian yang dikenakan seperti tematik unsur adat Lampung di hari kerja Jumat pekan pertama setiap bulan. "Jadi laki-laki berkemeja, bercelana panjang kain, berlipat (mengenakan kain sarung dengan lipatan sebatas lutut), dan memakai songkok motif tapis. Sementara karyawan perempuan berkebaya dan mengenakan kain lipat juga," katanya. 

Selain berpakaian adat Lampung, lanjut dia, perusahan yang berada di Jalan Lintas Sumatera, Desa Banjarnegeri, Natar ini memberikan penamaan fasilitas ruang publik di dalam perusahaan dengan unsur-unsur kedaerahan Lampung seperti "Lamban Helau" yang sebelumnya bangunan hunian transit bagi tamu/karyawan yang dinamai mes. Kemdian ruang meeting Tanggamus, ruang meeting Pesagi, ruang meeting Seminung, ruang Rajabasa, ruang Sebesi, ruang Anak Krakatau dan akan diteruskan untuk ruang atau fasilitas lain nantinya. 

Senada disampaikan Kusyono, karyawan sekaligus Ketua Serikat Pekerja SPM FK3 PT KMA. "Kami sebagai Karyawan merasa bangga mengenakan pakaian adat daerah Lampung. Semua Karyawan yang dalam hal ini di area office begitu antusias, terbukti hampir semua dari teman-teman semangat mencari kelengkapan buat pakaian hari ini. Bahkan ada yang secara bersama membeli songkok motif tapis, pesan dari pengrajin langsung. Jadi senang aja liatnya, ya karena kalau bukan kita yang melestarikan ciri khas daerah siapa lagi, " kata dia.

Dia mengatakan inisiatif kebijakan ini memang sudah dibahas bersama juga dalam forum LKS Bipartit pada Agustus lalu. Sehingga memang sudah cukup matang rencananya. "Semoga bisa jadi contoh yg baik buat perusahaan atau instansi lain," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar