#politik#pilpres2024

Lembaga Survei Didorong Utamakan Objektivitas 

( kata)
Lembaga Survei Didorong Utamakan Objektivitas 
Ilustrasi diunduh Rabu, 15 Juni 2022. (Istimewa)


Jakarta (Lampost.co) -- Hasil riset lembaga survei mengenai sosok calon presiden dengan elektabilitas tertinggi berbeda satu sama lain. Lembaga survei didorong mengedepankan objektivitas bukan sekadar popularitas tinggi calon presiden saat itu.  
 
"Mereka disebut mainstream bukan karena objektivitas metodologisnya, tapi lantaran di-back up sumber dana yang melimpah untuk mendikte publik mendukung bakal capres yang didukung," kata Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti, di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2022. 
 
Menurut Haris, hasil survei yang berbeda satu sama lain itu sulit dikatakan objektif. Dia menegaskan hasil survei semestinya benar-benar mewakilkan aspirasi suara masyarakat tentang calon presiden pilihan mereka. Bukan justru mengarahkan dan mendikte calon tertentu.


"Mereka merusak seleksi kepemimpinan nasional berbasis gagasan, jadi berbasis popularitas palsu," ujarnya.

Haris juga menjelaskan seharusnya lembaga survei mencontoh seperti yang ada di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu lembaga survei politik lebih banyak dijadikan sebagai lembaga think tank pemerintah.
 
"Di Amerika, ada 1.984 lembaga peneliti dan pemikir dalam berbagai bidang yang bekerja memperkuat kepentingan nasional Amerika sebagai imperium," kata Haris.
 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar