#SAMPAH#LIMBAH#BERITABANDARLAMPUNG

Lembaga Emak.id Ajak Media untuk Edukasi Masyarakat soal Memilah Sampah

( kata)
Lembaga <i>Emak.id</i> Ajak Media untuk Edukasi Masyarakat soal Memilah Sampah
Pegiat Bank Sampah Emak.id, Ahmad Khairudin Syam, berkunjung ke kantor Lampung Post, Jumat, 4 Maret 2022. (Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Bank Sampah Emak.id, lembaga pengelola sampah kering, mendorong masyarakat untuk memilah sampah anorganik sebelum membuang sampah di Tempat Pembuangan Umum (TPU) di Kota Bandar Lampung. 

Pegiat Bank Sampah Emak.id, Ahmad Khairudin Syam mengatakan media memiliki peranan penting dalam hal edukasi perluasan isu lingkungan. 

"Bandar Lampung ini setiap harinya menghasilkan 1000 ton per hari. Nah, kalau setiap hari ditumpuk di TPA Bakung akan ditakutkan seperti TPA di Leuwigajah. Makanya, kami menyosialisasikan untuk memilah sampah agar umur dari TPA Bakung lebih panjang," katanya saat kunjungan ke Kantor Lampung Post, Jumat, 4 Maret 2022.

Syam juga mengatakan kalau saat ini Bank Sampah Emak.id memiliki ratusan kelompok bank sampah yang tersebar di Kota Bandar Lampung. 

"Saat ini kami fokus mengelola sampah anorganik atau sampah kering. Kelompok bank sampah kami ada 160 kelompok. Total nasabahnya atau anggotanya itu sekitar 2800," ucapnya. 

Syam juga menjelaskan konsep bank sampah ini bertujuan untuk menghapus stigma Bandar Lampung menjadi kota terkotor se-Indonesia. 

"Untuk saat ini, masih di Bandar Lampung. Karena memang salah satu kota atau kabupaten yang terbesar suplai sampahnya masih Bandar Lampung," jelasnya. 

Menurut Syam, edukasi masyarakat yang kurang ihwal memilah sampah sebelum membuangnya menjadi permasalahan sampah tersendiri di Bandar Lampung. Dia menerangkan banyak yang membuang sampah itu tidak pada tempatnya. Sampah itu tidak dipilah. Jika tidak dipilah, manfaatnya kurang dirasakan.

"Karena kalau dipilah, ada sisi sampah yang bisa dijual. Kalau enggak dipilahkan, artinya semuanya dibuang. Ketika semua dibuang, artinya akan mempercepat dibuang dan mempercepat penumpukan di TPA Bakung," jelasnya.

Syam pun menjelaskan keuntungan memilah sampah lalu dikumpulkan ke bank sampah yakni dapat menjadi tabungan uang, emas, kurban, dan akikah nantinya. 

"Banyak sekali yang sudah memiliki tabungan di atas Rp500 ribu, ada yang Rp700 ribu. Bahkan, ada yang Rp1 juta tabungannya. Itu kan dari tabungan mereka bisa digunakan untuk keperluan keperluan kebutuhan kebutuhan mereka seperti membeli sembako," ujarnya. 

Ia berharap Bank Sampah Emak.id ini dapat menjadi kebermanfaatan dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Karena menurut penuturannya beberapa nasabah menjadi terbantu dari memillah sampah anorganik.

"Diharapkan masyarakat menjadi berdaya lingkungan menjadi bersih dan dapat keuntungan ekonomi secara langsung," pungkasnya.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar