#korupsi#asetsitaan

Lelang Aset Terpidana Alay Tidak Diminati 

( kata)
Lelang Aset Terpidana Alay Tidak Diminati 
Salah satu aset milik Sugiarto Wiharjo alias Alay, terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur, yang dilelang.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi Lampung kesulitan melelang aset Sugiarto Wiharjo alias Alay, terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur, yang merugikan negara Rp106 miliar. Sebab, peminatnya sepi padahal sudah beberapa kali dilakukan lelang.

Kasi Penerangan Hukum Andrie W Setiawan mendamping Kejati Lampung Heffinur mengatakan minat pembeli sepi dan beberapa aset nama pemiliknya tidak sama dengan terpidana. "Jadi kami juga mencari benang merahnya dalam aset itu," kata Andrie, Selasa, 8 September 2020.

Menurut dia, aset-aset Alay sudah beberapa kali dilakukan lelang namun hingga saat ini tidak ada yang berminat. "Sudah sejak lama dilelangnya tapi tidak ada peminatnya," katanya.

Mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung ini menjelaskan Kejati Lampung telah menelusuri 19 titik aset milik terpidana Alay. Kesembilan belas aset tersebut dapat dijadikan sebagai uang pengganti atas kejahatan tindak pidana korupsi yang dilakukannya. "Kami telah men-tracing 19 titik aset Alay," katanya.

Dia menyatakan ke-19 titik ini terdiri dari empat lokasi yang tersebar di Bandar Lampung. "Dari 19 titik ini jika laku bisa untuk pembayaran uang pengganti," ujarnya.

Dia menegaskan jika 19 titik yang dimaksud adalah 19 sertifikat hak milik. "Ke-19 titik aset Alay ini berbeda dengan aset rampasan negara sesuai dengan MA No: 501/K/Pid.Sus/2014 tanggal 21 Mei 2014. Kalau barang rampasan tidak dilelang untuk uang pengganti kerugian, tapi dirampas untuk negara," kata dia.

Menurut dia, aset rampasan sesuai MA No: 501/K/Pid.Sus/2014 juga akan dilelang. Barang rampasan ini akan dilelang kemudian hasil lelang disetorkan ke negara tapi tidak diperhitungkan dari uang pengganti kerugian negara.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar