#asia#Internasional#taliban#afghanistan

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 62 Orang

( kata)
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 62 Orang
Ilustrasi ledakan. (Foto: Medcom.id)

Jalalabad: Sedikitnya 62 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam ledakan bom di sebuah masjid saat masyarakat sedang ibadah Salat Jumat di Afghanistan, 18 Oktober.
 
Kuatnya ledakan menghancurkan berbagai struktur masjid, bahkan hingga ke bagian atap. Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi di provinsi Nangarhar tersebut.
 
Ledakan terjadi satu hari usai Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan jumlah kematian warga sipil di Afghanistan telah mencapai angka yang belum pernah dibayangkan sebelumnya sepanjang musim panas.

Menurut PBB, 1.174 warga sipil tewas di Afghanistan antara Juli dan September. Angka tersebut merupakan yang paling mematikan sejak PBB memulai catatannya satu dekade lalu.
 
Sementara itu, sebuah studi BBC menemukan fakta bahwa seperlima dari total kematian di Afghanistan sepanjang bulan Agustus adalah warga sipil.
 
Attaulah Khogyani, juru bicara provinsi Nangarhar, mengatakan kepada BBC bahwa 62 korban tewas dan 36 terluka adalah para jamaah Salat Jumat.
 
Masjid yang terkena ledakan berada di distrik Haska Mina, sekitar 50 kilometer dari Jalalabad, ibu kota Nangarhar.
 
Sejumlah saksi mata mengaku mendengar suara kencang, dan kemudian melihat atap masjid roboh. Menurut laporan Tolo News, sejumlah bahan peledak diyakini telah dipasang sebelumnya di masjid tersebut.
 
"Saya sangat sedih melihat pemandangan di depan saya," kata seorang ketua adat Malik Mohammadi Gui Shinwari.
 
Seorang polisi lokal Tezab Khan mengaku dapat mendengar suara khotib yang sedang berkhotbah kala itu, namun "suaranya tiba-tiba digantikan suara ledakan."
 
"Saat saya tiba di lokasi, semua orang berusaha mengevakuasi jenazah dan korban luka yang tertimpa atap masjid," ungkap dia.
 
Sohrab Qaderi, seorang anggota dewan provinsi di Nangarhar, khawatir jumlah korban tewas dapat terus bertambah karena masih ada sejumlah orang yang terperangkap puing atap masjid.
 
Kelompok militan Taliban membantah terlibat berada di balik serangan. Taliban dan juga kelompok militan Islamic State (ISIS) adalah dua grup yang dikenal aktif di Nangarhar.

Medcom.id

Berita Terkait

Komentar