#ledakan#ISIS

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Terluka dalam Ledakan Masjid Afghanistan

( kata)
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Terluka dalam Ledakan Masjid Afghanistan
Bom yang melanda sebuah masjid Syiah di Kunduz dikabar tewaskan 100 orang. Foto: AFP


Kabul (Lampost.co) -- Ledakan bom bunuh diri menghancurkan sebuah masjid di Provinsi Kunduz, Afghanistan pada Jumat 8 Oktober 2021. Badan PBB di Afghanistan mengatakan ledakan menewaskan atau melukai lebih dari 100 orang.

 

Rekaman video menunjukkan mayat dikelilingi oleh puing-puing di dalam masjid yang digunakan oleh orang-orang dari komunitas minoritas Muslim Syiah.

"Informasi awal menunjukkan lebih dari 100 orang tewas dan terluka dalam ledakan bunuh diri di dalam masjid," kata misi PBB untuk Afghanistan dalam sebuah tweet, seperti dikutip AFP.

Ledakan itu menyusul beberapa serangan, termasuk satu di sebuah masjid di Kabul, dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa dari serangan itu di antaranya telah diklaim oleh militan Muslim Sunni Islamic State (ISIS).

Seorang pejabat Taliban, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan sedikitnya 28 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam ledakan Jumat itu.

Serangan itu telah menggarisbawahi tantangan keamanan bagi Taliban, yang mengambil alih negara itu pada Agustus dan sejak itu melakukan operasi terhadap sel-sel ISIS di Kabul.

"Sore ini, sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid rekan-rekan Syiah kami akibatnya sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di Twitter.

Muslim Syiah telah lama menjadi sasaran kekerasan oleh para ekstremis di Afghanistan yang didominasi Sunni. Taliban, yang mendapatkan kembali kendali atas negara itu setelah dua dekade tidak berkuasa, secara khusus menargetkan kelompok minoritas di masa lalu.

Ketika mereka terakhir memegang kekuasaan dari 1996 hingga 2001, Taliban membantai ratusan warga sipil Syiah. Menjelang penangkapan mereka atas ibu kota Afghanistan pada Agustus, Amnesty International mengatakan Taliban bertanggung jawab atas pembunuhan sembilan pria dari kelompok etnis Hazara, yang didominasi Syiah.

Winarko







Berita Terkait



Komentar