#tenggelam#wayBesai

Dua Korban Tenggelam di Way Besai Belum Ditemukan

( kata)
Dua Korban Tenggelam di Way Besai Belum Ditemukan
BPBD Kabupaten Way Kanan beserta Tim Basarnas Lampung, Polri-TNI, Radio Antar Penduduk Indonesia beserta masyarakat masih melakukan pencarian dua korban tenggelam di Way Besai. (Foto:Lampost/Candra PW) ,


Way Kanan (Lampost.co) --Bandan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way Kanan beserta Tim Basarnas Lampung, Polri-TNI, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) beserta masyarakat masih melakukan pencarian dua korban tenggelam di Way Besai, Kampung Banjar Sari, Kecamatan Baradatu, Kamis 21 Oktober 2021.

Kepala BPBD Kabupaten Way Kanan, Hendri Syahri, menyampaikan sampai saat ini tim masih melakukan pencarian terhadap dua orang korban. Sedangkan satu korban yakni Ib (12) yang tenggelam di Way Besai, Kampung Banjar Sari, Kecamatan Baradatu, telah ditemukan pada Rabu 20 Oktober 2021 sekitar pukul 17.00 Wib.

"Dua perahu karet pun telah diturunkan untuk melakukan pencarian dua korban yang masih tenggelam dan saat ini masih terus dilakukan pencarian terhadap korban," tegas Hendri.

Dua korban yang hilang, yakni ; Tri Purwanto (35), Kasubsi Keperawatan Lapas Way Kanan Al. Jalan Rusa Kecamatan Suka Menanti, dan Abd (8) warga Kampung Tiuh Balak, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.
Korban Pijai (23), Staf Registrasi Lapas Way Kanan, Jalan Pramuka Bandar Lampung, yang ikut menyelamatkan koban hanyut, berhasil menyelamatkan dan mengalami luka ringan.

Kronologis kejadian yakni pada Rabu, 20 Oktober 2021 sekitar Pukul. 09.00 Wib, Yayan Candara, perawat Lapas Way Kanan, bersama Istri dan 2 anaknya berwisata di pinggir Way Besai, Kampung Banjar Sari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. 

Sekitar pukul. 09.30 Wib, Tri Purwanto bersama istri dan 2 anaknya juga ke lokasi Way Besai. Pada pukul. 09.45 Wib, Agung Prasetyo, Rian dan Pijai tiba juga di lokasi Way Besai.

Sekitar pukul. 10.00 Wib, rombongan dari Lapas Way Kanan beserta anak dan istri duduk secara bersamaan di pinggir Way Besai. Tidak lama kemudian Yayan Candra bersama kedua anaknya Ib dan Abd mandi di pinggir sungai dengan menggunakan pelampung ban. Namun, ban Ib hanyut terbawa arus air dan dikejar oleh ayahnya, Yayan. Dan tiba-tiba Abd ikut berenang menyusul.
Melihat kedua anak Yayan  hanyut ke bawa arus air, saksi Tri Indiyas yang kebetulan tidak jauh dari lokasi berteriak minta tolong. Lalu Tri Purwanto beserta Pijai langsung terjun ke air hendak menolong. 
Dikarenakan arus air yang deras korban Ib dan Abd tidak bisa diselamatkan dan terus terbawa air, serta Tri Purwanto juga hanyut kebawa arus air, sedang Yayan dan Pijai berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar