#lampung#honorer#dkp

LBH Sudah Terima Pengaduan 8 Pegawai Honorer DKP Lampung

( kata)
LBH Sudah Terima Pengaduan 8 Pegawai Honorer DKP Lampung
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jumlah pegawai honorer Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung yang mengadukan dan memperjuangkan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung bertambah.  Hingga Jumat, 25 Oktober 2019, total yang sudah mendaftar mencapai 8 orang, termasuk yang melapor pada Selasa,  22 Oktober lalu.

Direktur LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan mengatakan mereka yang mengadu memberikan kuasa kepada LBH Bandar Lampung untuk memperjuangkan haknya karena tidak digaji selama 7 bulan. Ada 35 pegawai honorer di dinas tersebut yang belum dibayar gajinya.

"Sudah 8 orang yang memberikan kuasa kepada LBH. Ada informasi kemungkinan ada 15 orang lainnya akan datang kepada kami," kata Chandra Muliawan, Jumat, 25 Oktober 2019.

Pegawai honorer tersebut bertugas sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Lampung Nomor: 800/245/VI.04/2019 dan Surat Perintah Tugas (SPT) Nomor: 800/293/V.19-SET.1/2019 yang ditempatkan di Subbagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DKP Lampung sejak 1 April 2019 sampai 31 Desember 2019. Setiap pegawai honorer tersebut mendapat gaji Rp1,8 juta per bulan, namun sampai saat ini belum dibayar sepeser pun.

"Keputusan tersebut kan keputusan Gubernur Lampung secara kelembagaan, bukan keputusan perseorangan M Ridho Ficardo atau Arinal Djunaidi. SK tersebut juga sah dan mengikat, maka Pemerintah Provinsi Lampung harus bertanggung jawab membayar hak para pegawai honorer tersebut," katanya.

Ke depan pihaknya akan mengirimkan surat kepada Pemprov Lampung baik Gubernur maupun DKP Lampung mengenai persoalan tersebut. "Kami juga lagi membahas potensi pelanggaran pidananya. Namun, saat ini kami masih memperjuangkan hak honorer tersebut. Kami juga membuka posko, bila ada honorer yang mau melaporkan dipersilakan datang saja ke kantor di Jalan Amir Hamzah, Gotongroyong," katanya.

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar