#ORDERFIKTIF#BANDARLAMPUNG

LBH Bandar Lampung Siap Dampingi Korban Orderan Fiktif

( kata)
LBH Bandar Lampung Siap Dampingi Korban Orderan Fiktif
Korban pemesanan fiktif, Umi Kalsum. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) --Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung siap melakukan pendampingan terhadap korban-korban yang tertipu orderan fiktif oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Direktur LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, mengatakan, perbuatan  ini sangat meresahkan dan menambah beban masyarakat kecil yang terdampak covid-19. Menurutnya, kepolisian harus bergerak cepat menangkap pelaku.

"Hal-hal seperti itu seharusnya dikenakan UU ITE oleh kepolisian, jika merujuk Pasal 35 jo. Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik UU ITE ,"kata Chandra, melalui percakapan WhatsApp, Selasa, 27 Juli 2021.

Baca juga : Pelaku Order Fiktif di Bandar Lampung Diburu

Ia menjelaskan pasal tersebut berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

Kemudian, Pasal 51 Ayat (1) UU ITE Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 miliar.

"Maka, bisa dijerat dan dicari pelakunya oleh kepolisian. Ini sangat merugikan masyarakat, apalagi ditengah pandemi saat ini,"kata dia.

Baca juga : Kisah Pedagang yang Mendapat Orderan Fiktif

Sebelumnya, sejumlah pedagang di Kota Bandar Lampung mendapatkan orderan fiktif. Pelaku memesan orderan dengan mengirimkan alamat di Jalan Gunungagung,Kupang Kota, Telukbetung Utara, pada Minggu, 25 Juli 2021. Sebanyak lima orang yang mendapatkan orderan fiktif mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dengan memesan melalui aplikasi Whatsapp.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar