#jurnalis

Layar Edukasi Jurnalistik Wujud Nyata PT Astra International Tingkatkan Budaya Literasi

( kata)
Layar Edukasi Jurnalistik Wujud Nyata PT Astra International Tingkatkan Budaya Literasi
Peserta Layar Edukasi Jurnalistik YPA-MDR foto bersama narasumber pelatihan dan perwakilan YPA-MDR pada platform Zoom, Selasa, 2 Agustus 2022. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bertajuk Layar Edukasi Jurnalistik secara virtual, Selasa, 2 Agustus 2022. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dasar jurnalistik bagi peserta yang selanjutnya dinobatkan sebagai komunitas jurnalis sekolah.

Sekretaris Pengurus YPA-MDR, Wedijanto Widarso, mengatakan Layar Edukasi Jurnalistik dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi siswa jenjang SMA dan SMK di sekolah binaan YPA-MDR dalam beliterasi dan sebagai wujud nyata PT Astra International Tbk meningkatkan pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.

"Peserta pelatihan jurnalistik selanjutnya kami nobatkan sebagai komunitas jurnalis sekolah. Kami berharap siswa yang menjadi peserta pelatihan dapat membuat artikel jurnalistik dan mengaktifkan media komunikasi sekolah, seperti buletin, majalah dinding, dan media sosial sekolah," kata Wedijanto Widarso saat memberikan sambutan kegiatan. 

Peserta pelatihan yang berjumlah 50 siswa amat antusias mengikuti penyampaian materi dasar-dasar jurnalistik dari Kadiv Pemberitaan Lampung Post Abdul Gafur dan tips jitu menaklukkan audiens dari penyiar Radio SAI Windy Shahab.

Para siswa tersebut berasal dari beberapa daerah di Indonesia, antara lain SMAN 1 Rote Barat dan SMKN 1 Rote Barat; SMKN 1 Pandak, Bantul; SMKN 1 Leuwiliang, Bogor; SMKN 2 Gedangsari, Gunungkidul; SMKN 1 Amarasi Selatan, Kupang; SMK Negeri 1 Takari, Kupang; SMKN 2 Donorojo, Pacitan; dan SMK Maharati, Kapuas.

Kadiv Pemberitaan Lampung Post, Abdul Gafur, menjelaskan dalam sebuah berita ada unsur nilai-nilai berita, seperti aktualitas, unsur kedekatan, berpengaruh bagi orang banyak, dan ketokohan.

"Inilah yang memberdakan sebuah peristiwa layak atau tidak untuk diberitakan. Jadi tidak semua peristiwa layak untuk diberitakan kepada khalayak," ujarnya.

Gafur menambahkan berita yang ditulis harus memenuhi kaidah penulisan, yakni unsur-unsur yang wajib ditulis dalam sebuah berita. Unsur berita tersebut, yaitu siapa (who), melakukan apa (what), di mana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how).

"Selanjutnya ketika menuliskan berita disusun dengan pola piramida terbalik. Hal itu berarti informasi yang paling penting dinyatakan terlebih dahulu atau diposisikan di awal berita," kata dia.

Windy Sahab, pemateri kedua, mengatakan percaya diri menjadi syarat pertama untuk melakukan banyak hal, salah satunya berbicara kepada audiens atau presenting.

Windy juga mengungkapkan jurus untuk menjadi seorang public speaking. Pertama, sering berlatih berbicara dengan media cermin. Kedua, menyiapkan teks konsep/materi. Ketiga dan keempat, yakni merias diri dan menguasai topik yang akan dibawakan.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar