#gelombangtinggi#selatsunda#prakiraancuaca#bmkg#anginkencang

Layanan Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni Normal

( kata)
Layanan Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni Normal
Aktivitas pelayanan kapal feri di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni berjalan lancar walau angin kencang dan gelombang tinggi ancam perairan Selat Sunda. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni berjalan normal hingga Jumat, 8 November 2019 sore, walau angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi melanda perairan Selat Sunda. 

"Walau angin kencang, sampai malam ini (8 November 2019) pelayaran relatif normal dan lancar. Begitu juga pelayanan tetap berjalan dengan baik, tanpa menimbulkan antrean kendaraan," kata Humas PT ASDP Cabang Bakauheni Saifulahil M. Harahap kepada Lampost.co, Jumat, 8 November 2019, sore. 

Saiful mengatakan sebanyak 26 kapal yang beroperasi melayani pengguna jasa, sampai saat ini juga belum ada laporan akan ancaman gelombang tinggi, kecuali angin kencang. "Sejak beberapa hari belakangan ini memang angin kencang sempat membuat kapal menabrak Dermaga II Pelabuhan Bakauheni, namun pelayanan masih tetap berjalan dengan normal, " kata Saiful.

Sementara sejumlah penumpang didalam kendaraan mengungkapkan perjalanan kapal dari Merak ke Bakauheni menjadi lebih lama lantaran hempasan ombak dan angin kencang ditengah laut. 

"Saat ditengah laut, anginnya kenceng banget dan ombak cukup besar, hingga kapal terasa sekali goyangannya," ujar Ali, seorang sopir pikap kepada Lampost.co, Jumat, 8 November 2019, malam. 

Ali mengaku akibat angin kencang dan ombak besar, perjalanan dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni mencapai 3 jam lebih."Tadi kapal berangkat dari Merak sekitar jam 16.30 WIB, karena angin kencang dan ombak besar selama dalam perjalanan, kapal baru sandar jam 20.00 WIB,"  katanya.

Sebelumnya Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Panjang, Bandar Lampung melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni mengingatkan kepada nahkoda kapal, terutama masyarakat nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda agar mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang berlaku hingga, Sabtu, 11 November 2019.

"Waspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter dengan kecepatan angin rata-rata 30 km per jam di perairan Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten dan barat Lampung," kata Kepala KSOP Kelas V Bakauheni Wan Syahrial.

Adi Sunaryo

Berita Terkait

Komentar