#bpjskesehatan#jknkis#layanankesehatan

Layanan JKN-KIS Tetap Optimal di Masa Pandemi

( kata)
Layanan JKN-KIS Tetap Optimal di Masa Pandemi
MELAYANI PESERTA. Pegawai Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung melayani pendaftaran peserta, baru-baru ini. LAMPOST.CO


Akses kesehatan bagi pasien yang membutuhkan layanan medis tidak bisa ditunda, terutama di masa pandemi. Perawatan JKN-KIS di tengah gempuran Covid-19 tetap paripurna menjangkau seluruh peserta.

WAJAH Maidani hari itu lebih hitam dari biasanya. Ia sedang menunggu namanya dipanggil oleh perawat Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung, pada pekan pertama Agustus 2020 lalu. Kemejanya yang sudah pudar termakan waktu basah oleh peluh. Jika tiba saatnya cuci darah, Maidani merasakan sakit dan gerah di sekujur tubuhnya. Penyakit gagal ginjal yang dia derita membuat buruh serabutan itu tidak boleh minum air lebih dari segelas tiap hari. 

Di sebelahnya, duduk seorang pria paruh baya yang mengenakan arloji Rolex. Dua pasien dari latar ekonomi berbeda tersebut berbincang. Pria itu bercerita bahwa sudah setahun terakhir menjalani cuci darah dan harus merogoh kocek dalam-dalam tiap berkunjung.  

Mendengar itu, Maidani mengaku bersyukur kebutuhan cuci darahnya terpenuhi tanpa harus memikirkan biaya mahal untuk membayar. Warga Kota Tapis Berseri itu cuci darah dua kali seminggu, pada Selasa dan Jumat. "Saya cuci darah sejak divonis gagal ginjal tiga tahun lalu. Alhamdulillah, bisa dikover JKN-KIS. Kalau bukan peserta JKN-KIS, sudah enggak kehitung biayanya dan mungkin saya enggak bertahan selama ini" ujarnya, Jumat (7/8/2020).

Di tempat lain, di bilangan Kelurahan Rajabasa Jaya, Bandar Lampung, pegawai swasta, Ricky Penataria, tampak gelisah. Ia baru saja disebut sebagai orang dalam pengawasan (ODP) karena baru berinteraksi dengan orang yang dicurigai terpapar Covid-19. Kabar tidak enak itu menyebar secepat kilat di kantornya. Manajer Bagian Sumber Daya Manusia di tempatnya bekerja meminta Ricky periksa ke dokter hari itu juga.

Kondisi pandemi membuat ayah satu anak itu ragu mendatangi RS. Ia mengakses Mobile JKN untuk melihat jadwal praktik dokter di fasilitas kesehatan (faskes) pertamanya di Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung. "Saya sudah lama enggak berobat, jadi lupa jadwal dokternya. Untung ada Mobile JKN, yang isinya lengkap tentang faskes saya," kata Ricky, beberapa waktu lalu.

Berkat informasi Mobile JKN, ia tidak perlu antre menunggu di faskes. Setelah pemeriksaan, dokter menyatakan Ricky tidak terinfeksi Covid-19. "Saya merasa aman ke faskes di masa pandemi ini. Mobile JKN meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19," ujarnya.

Mengoptimalkan Transparansi Informasi

Layanan digital andalan di tengah keganasan pandemi. Layanan itu membawa revolusi besar dalam tata layanan kesehatan, salah satunya keterbukaan informasi tentang semua aspek JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Muhammad Fakhriza menyebutkan terdapat 173 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang sudah menyediakan antrean dalam jaringan (online). Jumlah itu setara dengan 70% dari total faskes di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung yang meliputi Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus. 

"Tinggal sedikit faskes pertama yang belum ikut antrean online karena kendala jaringan. Harapannya, bisa sampai 100 persen sampai akhir tahun ini," ujarnya. 

Rumah sakit yang sudah menerapkan antrean dalam jaringan antara lain RS Mitra Husada Pringsewu dan RS Airan. "BPJS berupaya memberi sulosi atas keluhan antrean yang terjadi selama ini. Dengan Mobile JKN, peserta bisa tahu jam datang dan dilayani sehingga tidak perlu menunggu lama,” kata Fakhriza.

Selain meningkatkan efisiensi waktu pasien, layanan digital juga memperluas akses mendapat informasi. Keluhan ruang perawatan yang selalu penuh, bisa dicek kebenarannya melalui Mobile JKN. "Peserta bisa mengecek ruang yang tersedia di RS secara real time. Begitu pula jadwal operasi, berikut dokter yang menangani," ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, JKN-KIS juga membantu keaktifan peserta terdampak pandemi. Pihaknya menawarkan program relaksasi tunggakan iuran yang menyasar peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang menunggak lebih dari enam bulan. 

Sisa tunggakan bisa dilunasi hingga Desember 2020. Peserta bisa mendaftar program relaksasi tunggakan iuran melalui aplikasi mobile JKN, Kantor Cabang BPJS Kesehatan, serta Care Center 1500-400, sementara untuk Badan Usaha melalui aplikasi EDABU BPJS Kesehatan. 

Terkait hal itu, Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengimbau semua pihak bergotong royong membantu masyarakat yang memerlukan jaminan kesehatan. "Pemerintahan wajib memenuhi pelayanan dasar masyarakat, salah satunya kesehatan. Mari bersama mewujudkan cakupan semesta Jaminan Kesehatan Nasional Provinsi Lampung dengan pelayanan bermutu," ujarnya.

Pemprov Lampung mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan melalui dengan mendorong kepatuhan pembayaran iuran serta peningkatan pelayanan kesehatan. "Dukungan itu sesuai amanat UU untuk menjamin kesinambungan program jaminan kesehatan," pungkas Fahrizal.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar