pesawat

Larangan Penumpang Makan Saat Penerbangan Merupakan Putusan Maskapai

( kata)
Larangan Penumpang Makan Saat Penerbangan Merupakan Putusan Maskapai
(Dok. Medcom)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bandar Udara (Bandara) Raden Intan II merespon beberapa ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 antara lain berisi kewajiban menjalankan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan dengan tiga poin utama. Salah satunya terkait larangan makan dan minum di dalam pesawat.

“Sesuai dengan arahan Satgas Penanganan Covid-19 setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer,” ujar EGM Bandara Raden Intan II M. Hendra Irawan. 

Kemudian, lanjut dia, tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan. Khusus untuk penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam. “Hal ini terkecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat untuk keselamatan dan kesehatannya,” katanya. 

Hendra melanjutnya, semua keputusan dan arahan tersebut menjadi keputusan masing-masing maskapai. "Domainnya ada di maskapai langsung, kalau dari Bandara tidak ada larangan asal menerapkan protokol dengan benar," katanya.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro mengatakan jika penerapan dilarang makan saat melakukan perjanan hanya berlaku untuk penumpang yang tidak lebih dari dua jam saja. 

"Kalau misal tujuan Lampung - Jakarta itu kan tidak sampai satu jam, kami perlakukan protokol kesehatan demikian, namun tidak berlaku untuk penumpang yang memang harus minum obat dan sebagainya asal prokes tetap berjalan maksimal," ujarnya.

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar